Konservasi Alam

Pencegahan Kebakaran Hutan Oleh Masyarakat

Keberadaan hutan makin hari makin menyusut luasnya yang dikarenakan oleh beberapa sebab. Salah satunya yang dapat dikatakan paling dahsyat adalah kebakaran hutan. Kebakaran hutan dapat mengakibatkan musnahnya atau berkurangnya hutan dalam waktu yang relative singkat.

Seperti halnya di wilayah lain, di Sulawesi Tengah pun pada musim kemarau terjadi kebakaran hutan, walaupun tidak sebesar seperti di Kalimantan atau di Sumatera. Kebakaran hutan terutama terjadi pada daerah-daerah yang berdekatan dengan komunitas masyarakat yang aktifitasnya berhubungan dengan hutan.

Pada umumnya, penyebab utama kebakaran hutan adalah manusia, baik yang secara sengaja membersihkan lahan perkebunannya dengan menggunakan jasa api, maupun aktifitas lain yang tidak disengaja seperti pencari rotan, penebang pohon dan pengemudi angkutan kayu yang membuang puntung rokok sembarangan, api unggun dari peserta camping/wisata alam yang meninggalkan tempat perapiannya tanpa mematikan api terlebih dahulu dan lain lain.

Bahaya kebakaran hutan dan lahan menimbulkan asap yang mengganggu aktifitas  kehidupan manusia, antara lain berdampak pada mewabahnya penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) dan menganggu sistem transportasi darat dan udara. Dampak yang paling besar adalah musnahnya plasma nutfah serta mengakibatkan menurunnya kualitas dan kuantitas hutan yang pada akhirnya merusak ekosistem lingkungan.

Untuk mengatasi terjadi kebakaran hutan bukanlah sesuatu yang mudah, untuk itu upaya yang baik adalah melakukan antisipasi dan pencegahan kebakaran hutan, mengingat penaggulangan kebakaran hutan memerlukan dana dan tenaga yang sangat besar. Upaya pencegahan kebakaran hutan akan dapat terlaksana apabila mendapat dukungan berbagai pihak, terutama dari masyarakat desa yang berada di sekitar hutan. Untuk itu perlu dilakukan internalisasi pemahaman tentang bahaya kebakaran hutan dan keterampilan teknik pemadaman kebakaran hutan pada masyarakat.

Beberapa pengetahuan dan keterampilan yang perlu disampaikan kepada masyarakat meliputi aspek-aspek sebagai berikut: (1) Kebijakan dan ketentuan tentang pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan; (2) Partisipasi masyarakat dan pengorganisasian Pemadam Kebakaran; (3) Partisipasi masyarakat dan pengorganisasian Pemadam Kebakaran; dan (4) Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan.

Mudah-mudahan dengan mendorong pelibatan peran serta masyarakat secara aktif dalam upaya pengendalian kebakaran hutan, laju deforestasi dan degredasi hutan yang disebabkan dari kebakaran hutan ini dapat berkurang.

About these ads

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

3 thoughts on “Pencegahan Kebakaran Hutan Oleh Masyarakat

  1. tq krana postkn krangan ni
    krana ini mmudahkan sy untk mmbuat krja…….. :)

    Posted by sofea azlien | 29 Oktober 2012, 16:24
  2. gaqpo…………….xpehe awk tulis mcm………pelibatan peran

    Posted by amierah hanum | 29 Oktober 2012, 16:20
  3. Nice artikel, salam kenal.Terima Kasih dari Sos Hartindo | http://www.soshartindo.com | 031 70000 505

    Posted by Alat Pemadam Api Super Cepat | 22 Agustus 2011, 15:51

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 674 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: