Agribisnis, Konservasi Alam

Sebagian Besar Rotan Berasal dari Sulawesi Tengah

Propinsi Sulawesi Tengah memiliki potensi sumber daya hutan berupa hasil hutan kayu dan non kayu. Salah satu diantara hasil hutan non kayu yang terdapat dalam jumlah cukup banyak adalah rotan. Menurut Fahmi Idris (2007) bahwa dari sebanyak 85 persen bahan baku rotan dunia yang dihasilkan Indonesia, bahan baku tersebut sebagian besar berasal dari Sulawesi Tengah dan Kalimantan Tengah, dengan asumsi potensi produksi rotan sebanyak 250 ribu ton hingga 400 ribu ton per tahun.
Berikut ini adalah daftar industri (aktif) yang menghasilkan rotan setengah jadi di Provinsi Sulawesi Tengah pada Tahun 2010, sebagai berikut :
No.
Nama Industri
Jenis Produk
Kapasitas Terpasang (Ton)
Tujuan Penjualan Produk
1
2
4
5
6
 A
Kota Palu
1
CV. Abadi Sejahtera
WS, Polish
1000
Makasar
2
CV.Budi Abadi
WS, Polish
1000
Surabaya
3
CV. Budi Mulia
WS, Polish
2000
Hongkong, Cirebon
4
CV.Bumi Indah Rotan
WS, Polish
1500
Surabaya
5
PT.Hasil Rimba Sulteng
WS, Polish
1000
Cirebon
6
UD. Margalewa Rotan
WS, Polish
1500
Cirebon
7
PT. Pantai Timur Jaya
WS, Polish
1500
Surabaya
8
PT.Sumber Inti Jaya
Polish
500
Surabaya
 B
Kabupaten Donggala
1
UD.Sumber Rejeki
Kering Asalan
500
Surabaya
2
CV. Multi Lauro
Kering Asalan
500
Solo
 C
Kabupaten Parigi Moutong
1
UD. Arjuna Baru
Asalan
500
Palu
2
UD. Lestari
Asalan
1000
Palu
 D
Kabupaten Morowali
1
CV.Sulawesi Rotan
Kering Asalan
1000
Surabaya
2
KPN Adyaksa
Kering Asalan
1000
Surabaya
3
PT.Sumber Inti Jaya Cab.Morowali
Kering Asalan
1000
Surabaya
4
UD.Lesari Jaya
Kering Asalan
1000
Surabaya
5
CV. Rotan Jaya Indah
Kering Asalan
1000
Surabaya
 E
Kabupaten Poso
1
UD.Lesari Jaya Cab.Tentena
Kering Asalan
500
Palu
2
UD.Tunas Alba
Kering Asalan
500
Palu
 F
Kabupaten Tojo Unauna
1
CV.Andika
Kering Asalan
1000
Banggai
2
UD. Mulia Alam Sejahtera
Kering Asalan
1000
Banggai
3
CV. Nirwana Jaya
Kering Asalan
1000
Banggai
4
CV. Sumber Berkat Rotan
Kering Asalan
1000
Banggai
 G
Kabupaten Banggai
1
CV. Anugerah Jaya
Polish
1000
Surabaya
2
CV. Bumi Alam Sejahtera
Polish
1000
Surabaya
3
UD.Putri Jaya
Kering Asalan
500
Surabaya
4
CV.Samudera Sejahtera
Kering Asalan
500
Surabaya
 H
Kabupaten Tolitoli
1
CV. Putra Mandiri
Kering Asalan
500
Surabaya
2
Bersyeba Indonesia
Kering Asalan
500
Surabaya
3
CV. Bukit Agung
Kering Asalan
500
Surabaya
4
CV.Jaya Abadi Rotan
Kering Asalan
500
Surabaya
5
CV. Putra Mandiri
Kering Asalan
500
Surabaya
6
CV.Sinar Usaha
Kering Asalan
500
Surabaya
7
CV. Damai cab Tolitoli
Kering Asalan
500
Surabaya
 I
Kabupaten Buol
1
CV.Damai
Kering Asalan
1000
Surabaya
2
CV.Sahabat Bumi Sulawesi
Kering Asalan
500
Surabaya
3
CV. Wana Lestari
Kering Asalan
500
Surabaya
4
CV. Tuwokona Indah
Kering Asalan
500
Surabaya
Dalam bahasa perdagangan, rotan dikenal dengan nama rattan, termasuk family Palmae dengan klasifikasi sebagai berikut:
  • Divisi           : Spermatophyta
  • Subdivisi      : Angiospermae
  • Kelas           : Monocotyledon
  • Ordo            : Palmales
  • Familiy         : Palmae
Jenis-jenis rotan yang terdapat di Sulawesi Tengah diantaranya meliputi rotan batang (Daemonorops inops Werb.), rotan tohiti (Calamus simpisipus), rotan merah (Calamus panayuga Becc.), rotan ronti (Calamus axilais), rotan susu (Calamus sp.), rotan umbul (Calamus shympsipus). Ciri-ciri rotan ini adalah sebagai berikut:
1.    Rotan Batang (Daemonorops robustus Warb)
  • Hidup berumpun, tumbuh menyebar pada daerah berbukit sampai daerah bergunung-gunung pada ketinggian 300–1000 m dpl. Umumnya tumbuh menjalar diatas permukaan tanah kemudian memanjat dan melilit pada batang pohon disekitarnya.
  • Pada pangkal batang terdapat bongkol, mula-mula tegak ke atas ± 2 m, kemudian melengkung kembali ke atas, kadang terdapat akar pada bongkol tersebut. Pangkal batang sepanjang 1,5 m diameter besar dan ruas buku pendek tidak teratur, setelah normal kembali dengan ukuran tertentu.
  • Diameter batang ± 2 – 8 cm, panjang 15 – 30 m, warna batang hijau tua mengkilap, berbentuk silindris. Ruas nyata dan pada batang terdapat benjolan pelepah.
  • Pelepah daun berduri seperti duri salak pada bagian atas melengkung ke dalam, panjang duri 2 – 4 cm, tangkai daun pada bagain pelepah daun berduri rapat makin keatas makin jarang bentuk pipih bersusun dan tidak beraturan.
  • Pada tangkai daun duduk daun duduk berpasangan jaraknya    2 – 5 cm, untuk rotan dewasa. Bentuk daun lonjong dengan ujung runcing. Warna daunhijau tua permukaan licin sedang bagian bawah berwarna hiaju buram. Pada bagian bawah tuilang daun berduri halus, pinggir daun berduri.
  • Pada ujung tangkai daun terdapat sulur panjat dengan pengaiot sepanjang 2 – 5 cm, berduri kokoh, bercangap seperti cakar dan duri berwarna hitam. Pada rotan dewasa batang terbungkus pelepah yang pada akhirnya mengelupas sendiri dan pada ujung batang terdapat tajuk ± 5 – 10 cm.
  • Ciri khas pada batangnya terdapat kandungan air banyak. Jenis ini bernilai ekonomis tinggi digunakan sebagai bahan baku meubeler.
2.    Rotan Tohiti (Calamus inops)
  • Hidup soliter tumbuh menyebar secara merata pada ketinggian 300 – 1200 m dpl, batang terletak diatas akar rimpang, batang dari pangkal sampai ke ujung semakin besar, warna batang hijau tua, licin, panjang batang 15 – 120 m, tumbuh vertikal ke atas kemudian melilit pada pohon disekitarnya. Diameter batang pada pangkal 0,8 – 2 cm, sedang pada ujung batang 2 – 4 cm. Panjang ruas antara 20 – 35 cm, sama besar sampai ke ujung batang, buku pada ruas melingkar miring, berwarna hitam berlekuk.
  • Pelepah daun membungkus batang dan permukaan pelepah dipenuhi oleh duri yang rapat dan tidak beraturan, pelepah bagian atas dan bagian bawah semakin ke ujung tangkai daun durinya semakin kecil.
  • Ujung tangkai daun membentuk cambuk. Pada cambuk tersebut terdapat duri pengait, dimana setiap pengait terdapat  5 duri dan masing-masing duri berjarak 1 – 2 cm.
  • Daun menyirip berselang-seling dengan ujung daun lancip berbulu halus. Warna permukaan daun hijau mengkilap, sedang pada bagian bawah daun berwarna hijau buram. Tulang daun nyata, berduri halus dengan panjang antara 5 – 7 cm, ujung duri berwarna coklat muda.
  • Jenis rotan ini bernilai ekonomi tinggi, dipergunakan sebagai bahan baku meubeler.
  • Ciri khas bila batang dilenturkan kulit batang pecah dan berbekas.
3.    Rotan Merah (Calamus panajuga)
  • Hidup berumpun, menyebar dari ketinggian ± 200 – 500 m dpl terdapat pada tanah kering.
  • Batang berwarna coklat kemerah-merahan, batang terbungkus pelepah, panjang ruas 20 – 30 cm. Diameter batang 4 – 8 mm, diameter batang merah dari pangkal sampai ujung rata. Sedangkan pada panjang 15 – 20 m bercabang membentuk batang baru. Pada setiap rumpun terdapat batang rotan yang siap dipanen antara 15 – 20 batang, dengan panjang berkisar antara 15 – 20 m.
  • Daun berwarna hijau tua, berbentuk melebar ditengah-tengah dan dasar daun lurus, tepi daun bergerigi dan meruncing pada ujung daun. Panjang daun ± 8 – 14 cm, lebar daun dibagian bawah tengah ± 4 – 6 cm. Tulang daun menyatu pada pangkal menyebar secara radial, warna bagian bawah daun agak kecoklatan dan berspora, duduk daun berselang-seling dan setiap pelepah daun terdapat ± 10 – 15 helai.
  • Pada bagian pangkal tangkai daun berduri berpasangan 1 dan 1 sebanyak 2 samapi 3 pasang, kemudian bentuk kait panjang 0,3 cm, pangkal melebar dan ujung daun berwarna hitam.
  • Pada ujung pelepah daun terdapat sulur panjat (flagellum) dengan pasangan duri bergantian bergandeng 3, 4 dan 2 secara selang seling dan berbentuk burung kakatua.
  • Pada pucuk terbungkus oleh selubung yang membuka pada saat muncul daun baru.
  • Bila batang dikerap atau dipotong akan tercium bau tai ayam atau bila batangnya digosok dengan tangan.
  • Kegunaan rotan jenis ini untuk perangkap ikan ditanam ditengah laut dan digunakan sebagai bahan kerajian anyaman.
  • Anakan jenis rotan ini mirip dengan anakan pohon aren dan tumbuh berumpun.
4.    Rotan Ronti (Calamus axillaris)
  • Ciri jenis rotan ronti adalah hidup berumpun, tumbuh menyebar dari dataran rendah sampai pegunungan. Panjang batang dewasa 7 – 40 m, diameter pada ujungnya 0,6 – 1 cm, batang pada pangkal 0,2 – 0,6 cm, terbagi atas ruas-ruas, panjang ruas pada pangkal batang ± 10 cm, sedang ruas pada ujung batang antara 15 – 30 cm.
  • Pada tangkai daun, letak daun berpasangan dan berseling genap, berjarak teratur tiap pasangan daun.
  • Pelepah pembungkus batang terlepas setelah kering, permukaan pelepah tertutup duri yang rapat dan halus.
  •  Ujung tangkai daun membentuk sulur pengait, dimana sulur tersebut untuk memanjat.
  • Buah terdapat diujung batang, sedang tandan buah beruas-ruas berwarna coklat tua menyerupai kaki kepiting dan berudir pendek.
  • Bentuk buah agak lonjong, bersisik dan berwarna coklat tua kemerah-merahan. Buah tersusun berantai dan terdapat banyak tangkai buah pada masing-masing tangkai terdapat beberapa buah. Panjang tandan atau untaian buah ± 30 – 50 cm.
  • Jenis rotan ini banyak digunakan pengrajin dan banyak digunakan sebagai tali pengikat.
5.    Rotan Susu (Calamus sp)
  • Ciri rotan ini hidup soliter dengan tempat tumbuh menyebar merata mulai dari ketinggian ± 250 – 500 m dpl, terutama banyak dijumpai dipinggiran sungai dan datarn rendah yang lembab.
  • Batang berwarna kuning kehijaua, dengan diameter batang mulai dari pangkal sampai ujung pelepah rata silindris.
  • Diameter batang mulai dari panjang 1,5 m untuk rotan dewasa dapat mencapai 28-40 mm.
  • Pelepah daun pembungkus batang diselimuti oleh duri padat beraturan dan merata dengan panjang antara 3 – 6 cm, warna hitam mengkilap, bentuk menyisip pipih.
  • Ruas batang panjangnya ± 15 – 40 cm dengan bentuk buku ruas agak tebal melingkar miring.
  • Ciri khas batang ini, bila dipotong akan keluar berupa getah cair seperti susu sapi kental.
  • Duduk tangaki daun berselang-seling beraturan dengan panjang 15 – 75 cm jarak antara daun 3 – 4 cm. Permukaan daun berwarna hijau tua sedang bagian bawah agak besar dimana pada setiap tulang bawah daun terdapat duri menyorok kebawah dan setiap pinggir/tepi daun ditumbuhi duri sebagai pengait dengan jarak 2 – 3 cm.
  • Pada ujung tangkai tumbuh sulur panjang yang berfungsi sebagai pengait pohon yang disebelahnya, panjang sulur panjat dapt mencapai 3 – 6 m, berbentuk cakar dan berwarna hitam. Sulur panjat ini berjumlah 5 bergandengan untuk setiap kelompok dengan jarak antar setiap pengait 3 – 5 cm. Jenis rotan ini kurang bernilai ekonomis.
6.    Rotan Umbul (Calamus simphysipus)
  • Hidup soliter tempat tumbuh menyebar dari daerah dataran rendah (pinggiran sungai) sampai pada daerah dataran tinggi dan berbukit.
  • Batang berwarna kuning cemerlang kehijau-hijauan silindris beralur batang dari pangkal sampai ujung semakin besar panjang ruas batang antara 25 – 40 cm, diameter batang bagian pangkal 0,9 – 2,5 cm. Sedangkan diameter pada bagian batang ujung 2 – 4 cm.
  • Ruas buku melingkar lurus berwarna seperti warna batang dan ampak jelas. Panjang batang ± 15 – 60 m, batang terbungkus pelepah daun. Pada pelepah daun terdapat pasangan duri yang menghadap ke bawah melingkar menyerupai sprial, panjang duri 3 – 5 mm berwarna kuning memipih.
  • Pada ujung pelepah terdapat sulur panjat satu buah, kemudian bagian tengah berpasangan dua dan pada bagian ujung berpasangan tiga, dimana jarak antara pasangan duri dengan pasangan duri lainnya 1 – 2,5 cm.
  • Pelepah yang sudah tua mudah terlepas dan rapuh, pada pangkal pelepah terdapat pembungkus.
  • Tangkai daun berduri jarang dan terletak pada bagian bawah. Letak helaian daun berpasangan terdiri atas 4 – 5 helaian daun, yang berada pada kiri dan kanan tangkai daun, pada bagian ujung tangkai daun. Helaian daun berpasangan masing-masing 1 helaian daun.
  • Ciri khas batang mudah lentur dan tidak rusak serta kulit tidak pecah bila dibengkokkan. Jenis rotan ini tumbuh melingkar, menjulur dan kadang-kadang terjurai kembalai ke tanah. Pada anakan tiap helai daun terbelah dua menyerupai gunting, berwarna hijau terang sedangkan bagian bawah daun berwarna coklat berspora, jenis ini bernilai ekonomis, digunakan sebagai bahan baku meubelair.
About these ads

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 677 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: