Konservasi Alam

Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah

Sumber daya alam berupa hutan/vegetasi, tanah dan air merupakan kekayaan alam yang harus dilestarikan, sehingga pengelolaan terhadap sumber daya alam tersebut harus dilakukan secara hati-hati dan bijaksana, sehingga dapat mendukung tercapainya kesejahteraan masyarakat secara lestari dan berkesinambungan.

Tekanan terhadap sumber daya alam yang disebabkan oleh pertambahan jumlah penduduk dengan segala aktivitasnya terhadap sumber daya alam seperti pembukaan lahan untuk perkebunan, pertanian, jalan, industri, pertambangan, pemukiman dan lain-lain. Pembukaan lahan ini tidak jarang dilakukan tanpa mempertimbangkan kelas kemampuan lahan dan penerapan konservasi tanah yang baik. Akhirnya banyak lahan mengalami degradasi dan berubah menjadi lahan kritis yang mengancam kesejahteraan rakyat banyak.

Terhadap kondisi tersebut di atas, diperlukan upaya-upaya untuk memulihkan dan mempertahankan fungsi lahan kembali, yang biasa dikenal dengan upaya Rehabilitasi Lahan dan Konservasi tanah (RLKT). Secara umum teknik konservasi tanah ini diklasifikasikan sebagai teknik konservasi tanah vegetatif dan teknik konservasi tanah sipil teknis.

Sebagai bekal pengetahuan dan keterampilan Peserta Pelatihan (Kader Muda Kehutanan) yang diharapkan dapat menjadi mitra dalam mendukung program pembangunan kehutanan dan upaya pelestarian hutan, dengan ini kami uraikan gambaran singkat kriteria teknik tentang konservasi tanah.     
    

Konservasi Tanah


Konservasi tanah adalah upaya manusia untuk mempertahankan, meningkatkan, mengembalikan (merehabilitasi) daya guna lahan sesuai dengan peruntukannya dengan cara mengendalikan erosi.
Konservasi tanah ini diarahkan pada tiga perlakuan pokok, yaitu :
1.       Perlindungan tanah dari butir-butir hujan dengan cara meningkatkan jumlah penutupan tanah dengan bahan organic dan tajuk tanaman.
2.       Mengurangi jumlah aliran permukaan melalui peningkatan infiltrasi, kandungan bahan organic.
3.       Mengurangi kecepatan aliran permukaan sehingga kecepatan erosi dapat dikurangi.

Terdapat beberapa standar teknis dalam rangka mengelola lahan kering dan mendukung upaya konservasi tanah seperti pada table-tabel berikut :

 

Tabel 1. Pemilihan Cara Pengelolaan Tanah


No.
Tingkat Kemiringan
Cara Pengolahan Tanah

1.

> 40 %

         Tanpa pengolahan
         Cukup ditugal pada lubang tanaman.

2.
25 % – 40 %
         Pengolahan tanah minimum.
         1 (satu) kali pengolahan tanah.
         Pengolahan maksimum.

3.
< 25 %
         Tanah diolah secara intensif.
         Lebih dari 2 (dua) kali pengolahan tanah setiap tahun.


Tabel 2.      Pengaturan Jumlah Tanaman pada Berbagai Tingkat Kemiringan Lahan

No.
Tingkat Kemiringan
Komposisi Tanaman

1.

0 – 15 %

75 % tanaman semusim
25 % tanaman tahunan dan rumput-rumputan

2.
15 % – 25 %
50 % tanaman semusim
50 % tanaman tahunan, rumput-rumputan dan tanaman semusim tahan naungan.

3.
25 % – 40 %
25 % tanaman tahunan
75 % tanaman tahunan, rumput-rumputan dan tanaman semusim tahan naungan.

4.
> 40 %
100 % tanaman tahunan, rumput-rumputan dan tanaman semusim tahan naungan.



Tabel 3.      Pengaturan Teknik Konservasi Tanah pada Berbagai Tingkat Kemiringan Lahan


No.

Tingkat Kemiringan

Komposisi Tanaman

1.

< 5 %

         teras datar

2.
3 % – 15 %
         teras kredit

3.
 > 8 %
(solum tanah < 40 cm)
         teras gulud, tanaman lorong


4.
8 % – 40 %
(tanah stabil, solum tanah >90 cm)

         teras bangku

5.
8 % – 40 %
(tanah tidak stabil)

         Teras gulud, strip rumput

6.
0 – 25 %

         System strip

7.
Bergelombang

         teras bangku, system strip




Teknik Konservasi Tanah Secara Vegetatif

Konservasi tanah secara vegetatif yaitu teknik konservasi tanah yang menggunakan tanaman atau tumbuhan dan sisa-sisanya.

Konservasi tanah secara vegetatif mempunyai fungsi :
a.       melindungi tanah terhadap daya perusak butir-butir hujan yang jatuh.
b.      Melindungi tanah terhadap daya perusak aliran air di atas permukaan tanah.
c.       Memperbaiki kapasitas infiltrasi tanah dan penahan air yang langsung mempengaruhi besarnya aliran permukaan.

Berbagai implementasi Konservasi tanah secara vegetatif diantaranya adalah sebagai berikut :

1.       Pergiliran Tanaman
System pengelolaan tanah dimana beberapa jenis tanaman ditanam berurutan yang satu setelah yang lainnya di tempat yang sama atau diselingi dengan periode bera.

2.       Penggunaan Mulsa
System pengelolaan tanah yang menggunakan mulsa atau serasah tanaman.

3.       Penanaman Searah Kontur
Sistem pengelolaan tanah dengan cara menanam dalam bentuk jalur mengikuti garis kontur berselang-seling dengan jenis tanaman lain.

4.       Penanaman Tanaman Penutup Tanah
System pengelolaan tanah dengan cara menanam tanaman yang biasanya berupa tanaman berumur pendek (kurang dari dua tahun) guna mengendalikan erosi dan meningkatkan kesuburan tanah.
 

Teknik Konservasi Tanah Secara Sipil Teknis

1.       Teras Datar
Teras datar adalah teknik konservasi tanah berupa tanggul tanah sejajar kontur yang dilengkapi saluran di atas dan di bawah tanggul, bidang olah tidak diubah dari kelerengan permukaan asli.
Syarat teknis kemiringan lereng < 5 %.

2.       Teras Gulud
Teras gulud adalah teknik konservasi tanah berupa guludan tanah dan saluran air. Diantara guludan besar terdapat beberapa guludan kecil sejajar kontur serta dilengkapi dengan SPA.
Syarat teknis kemiringan lereng  8 – 40 %.

3.       Teras Bangku
Teras bangku adalah teknik konservasi tanah dengan cara menguban permukaan lahan miring menjadi teras-teras yang menyerupai bangku dan mengikuti garis kontur.
Syarat teknis kemiringan lereng 10 – 40 %.


4.       Sengkedan
Sengkedan adalah teknik konservasi tanah dengan cara menempatkan batang, cabang, ranting kayu atau bamboo mengikuti garis kontur dengan jarak tertentu.

5.       Embung
Embung adalah teknik konservasi tanah berupa kolam penampung air permukaan. Standar teknis kemiringan lereng 2 – 18 %.



P e n u t u p


Konservasi tanah dan rehabilitasi lahan perlu diterapkan dalam pola usaha tanaman pertanian, perkebunan dan kehutanan pada masyarakat di Sulawesi Tengah, mengingat kondisi alam di daerah Sulawesi Tengah memiliki karakteristik kemiringan lereng lebih curam dan tipologi DAS yang pendek-pendek. Dengan melakukan konservasi tanah dan rehabilitasi lahan, akan dapat mengurangi resiko terjadinya tanah longsor atau kekeringan air. 

Upaya penerapan Konservasi tanah dan rehabilitasi lahan pada masyarakat harus dilakukan secara terus-menerus, sehingga dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Untuk itu dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

One thought on “Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah

  1. sumbernya darimana y mas?? nuwun

    Posted by aidy | 5 Agustus 2014, 16:02

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: