Kontemplasi

Keguncangan Pikiran al-Ghazaly

Ibnu Khaldun mengatakan bahwa suatu peristiwa sejarah akan berulang kembali pada kurun waktu tertentu setelah mengalami proses tertentu. Sebagian besar ilmuawan berpendapat bahwa peristiwa “keguncangan pikiran” yang dialami al-Ghazaly sekitar delapan abad yang lalu, banyak bermunculan dan kian melanda alam pikiran para intelektual di dunia Islam saat ini.

Tahap Pertama, Tahap Pengumpulan. Dalam tahap ini al-Ghazaly yang masih muda beliau bergumul dan mengumpulkan semua ilmu yang ia dapati melalui guru-gurunya. Kumpulan itu dituangkan ke dalam suatu tulisan dengan jalinan serasi. Sehingga karya tulisnya menyerupai khazanah ilmu setelah terlebih dahulu disiram dengan semangat “pembaharuan”.

Tahap Kedua, Tahap Analisa. Dalam tahap ini al-Ghazaly tidak sekedar menadah ilmu pengetahuan secara “apa adanya”. Tetapi beliau menerimanya secara kritis dan analitis, terutama ilmu yang erat hubungannya dengan filsafat dan tasawuf. Sikap ini ditentukan antara lain karena pada waktu itu filsafat Yunani dan Romawi antara lain Platonisme, Hellenisme, Emanasi, Scholastik, Dialektik dan Rasionalisme sedang berkembang pesat, sehinga kehidupan umat Islam terpecah ke dalam aliran Mu’tazilah, Asy’ariyyah dan lain sebagainya.

Krisis pemikiran yang dialaminya pada tahap ini memaksanya untuk berkhalawat di Damaskus, meratap di Baitul Maqdis dan memohon hidayatullah di bawah lindungan Ka’bah di Masjidil Haram. Di penghujung masa krisis ini ia mendapat cahaya petunjuk Allah – nurhidayah yang menjadi kunci segala pengetahuan dan dasar setiap metode kajian baginya. Sehingga “lapangan pikirannya” diganti dengan nama mu’amalah wa mukasyafah (ilmu pengamalan dan pembukaan hati).

Tahap Ketiga. Setelah menyelesaikan berbagai riak gelombang pemikiran di akhir tahap kedua dengan mendapatkan nurhidayah Allah swt maka ulama super produktif ini memulai lukisan-lukisan pemikirannya dalam berbagai disiplin ilmu secara terarah dan sistematis.

Hujjatul Islam ini telah menceburkan dirinya ke dalam hidup tasawuf. Namun ia tidak melibatkan diri ke dalam aliran hulul (inkarnasi), ittihad (bersatunya manusia dengan Tuhan), wahdatul wujud (pantheisme) ataupun aliran-aliran tasawuf salah lainnya yang sedang mekar pada waktu itu.

Ia menentang keras orang tasawuf yang mengingkari ibadah ritual. Malah menurutnya ibadah ritual itu perlu dikembangkan dan dipelihara dengan catatan menanamkan arti, makna dan rahasia amaliyyah di baliknya yang belum diungkapkan para fuqoha.

Sebagai contoh, thoharoh menurutnya tidak cukup sekedar menuang air dan membersihkan badan dari kotoran, tetapi jauh lebih sempurna dari itu, yaitu harus meliputi: (1) Membersihkan lahir (anggota-anggota badan) dari hadast dan berbagai kotoran; (2) Membersihkan hati dari tingkah laku dan akhlaq tercela; (3) Mensucikan anggota badan dari perbuatan-perbuatan dosa; (4) Membersihkan diri dari pengabdian kepada selain Allah swt.

Dengan demikian, bapak filsafat Islam ini telah berhasil mengasimilasi antara ajaran Islam murni dengan tasawuf syar’i. Atas dasar ini, seorang ahli ilmu tafsir terkenal, Syekh al-Maraghi mengatakan “bila nama al-Ghazaly disebutkan orang, secara spontan terbayang bagi para ilmuwan bahwa ia merupakan ahli usul fiqih, ahli fiqih yang berpikiran merdeka, ahli teologi, sosiolog dan psikolog yang berpengetahuan luas tentang masyarakat dan rahasia jiwa manusia, filosof yang berani membongkar kesesatan filsafat, ahli pendidikan dan seorang sufi yang zuhud terutama di penghujung akhir hayatnya.

 Al-Gazaly membelakangi dunia fana ini dengan mewarisi ribuan karya tulis yang kaya dengan berbagai variasi disiplin ilmu, disamping pesan-pesan khususnya terhadap segenap lapisan masyarakat.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: