Konservasi Alam, Kontemplasi

Pohon Menciptakan Kesejukan

Tulisan ini sebenarnya sudah lama tersimpan di salah satu folder laptop saya. Sebuah kesan lain yang saya peroleh saat mengikuti workshop penyusunan Rencana Kerja Pokja REDD+ Sulawesi Tengah, pada tanggal 11 – 12 Maret 2011. Namun baru sekarang saya posting di blog, setelah tidak sengaja saya jumpai kembali tulisan ini.

Sebuah mushola yang biasa digunakan oleh karyawan untuk melakukan sholat, berdiri tidak jauh dari bangunan tempat kami mengikuti workshop. Walaupun tidak dilengkapi dengan pendingin ruangan AC, namun mushola ini menarik karena kesejukan dan keasrian lingkungannya.

Mushola ini merupakan salah satu bangunan yang berada di dalam kompleks perkantoran, dengan ukuran relatif lebih kecil bila dibandingkan dengan ukuran bangunan yang lainnya. Dinding mushola ini tidak dicat dengan warna-warna yang kinclong, namun demikian untuk kenyamanan aktivitas para karyawan yang melakukan sholat, nampaknya lingkungan mushola ini ditata dan dijaga keasriannya.

Di sekitar bagunan kecil ini, tumbuh pohon-pohon yang sejuk dan tanaman hias serta rumput yang rapi dan hijau, dengan paduan kolam kecil yang ada di bagian depan. Dari salah satu sudut kolam kecil ini, tampak terpasang alat yang terbuat dari potongan bambu dan digerakan oleh aliran air. Berpadu dengan percikan air, alat yang terbuat dari potongan bambu ini menghasilkan suara yang terdengar alami, sehingga menambah suasana yang sejuk.

Selepas sholat,  sambil menunggu sesi workshop berikutnya, seorang teman dari unsur masyarakat adat mengatakan, “suasana begini seperti di kampung saya, sejuk karena banyak pohon-pohon”. Teman lain dari unsur planologi berkomentar, “suara alami begini mengingatkan saya sewaktu kerja tata batas, saya jadi kangen pada sejuknya hutan”. Tidak ketinggalan, seorang fasilitator workshop juga ikut nimbrung dengan penyataan sedikit filosofis, “pada hakikatnya, manusia menyukai kesejukan, yang secara alami bisa diperoleh melalui pohon ataupun hutan ”.

Menanggapi perbincangan di atas, saya lebih banyak mengangguk-angguk, setuju, karena yang disampaikan teman-teman ini merupakan ungkapan dari lubuk hatinya yang terdalam. Dalam bahasa lain, ungkapan teman-teman ini merupakan suara dewa yang tak terbantahkan.

Menyaksikan mushola dengan kesejukan pepohonan yang mampu memberikan kenyamanan secara alami, mengajarkan kita untuk memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Kesejukan terjadi karena pohon menyerap karbondioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Langkah ini berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.

Gas rumah kaca adalah sebagian panas yang terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi. Gas-gas tersebut menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi, akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

Dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi, diharapkan akan tercipta “mushola-mushola” lain yang berkontribusi dalam mencegah perubahan iklim dan meningkatnya suhu global.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

5 thoughts on “Pohon Menciptakan Kesejukan

  1. Pohon yg ditanam umurnya masih sangat kecil, dan butuh waktu yang lama supaya dia lebih besar. Cuma ya yang besar saja sudah ditebang buat proyek bangunan.

    Memang lebih banyak perpohonan ada di sawah ya mas.

    Posted by Huang | 15 November 2011, 14:28
  2. pohon tidak hanya menciptakan kesejukan… tapi pohon juga menghasilkan oksigen yang kita hirup sehari-hari… Ayo kita nanam pohon… 1 orang 1 pohon…🙂

    Posted by yunie | 2 November 2011, 09:23
  3. Pohon, semogaa tak ada penebangan pohon secara illegal😦

    Posted by Mila | 1 November 2011, 09:50
  4. pohon juga adalah makhluk hidup yg harus senantiasa kita jaga dan lestarikan demi keberlangsungan peradaban manusia itu sendiri 🙂

    Posted by bensdoing | 31 Oktober 2011, 17:48
  5. mari wujudkan lingkungan yang sehat dan lestari.😀

    Posted by irfan handi | 31 Oktober 2011, 17:24

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: