Konservasi Alam

Flora dan Fauna di Kabupaten Parigi Moutong – Sulawesi Tengah

Parigi Moutong merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah, terletak kurang lebih 66 kilo meter dari Kota Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah. Kabupaten Parigi Moutong memiliki luas wilayah 6.231,85 km2. Dengan luas kawasan hutan 603.537 ha, terdiri dari 60.714 ha kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam; 16.2640 ha hutan lindung; 12.7607 ha hutan produksi terbatas; 22.467 ha hutan produksi tetap; 22.808 ha hutan produksi yang dapat dikonversi; dan 207.301 ha areal penggunaan lain.

Di wilayah Kabupaten Parigi Moutong terdapat beberapa jenis vegetasi hutan yang dapat diidentifikasi jenisnya seperti: Ebony (Diospyros celebica Bakh), Binuang (Octomeles sumatrana), Dahu (Dracontamelon dao), Nyatoh (Palaquium sp), Palapi (Heriteria sp), Meranti (Shorea sp), Ketapang (Terminalia catappa), Jabon (Anthochepalus cadamba), dan lain-lain . Sedangkan jenis tumbuhan bawah yang dapat dijumpai adalah Rotan (Calamus sp), Bambu (Bambusa sp), Rerumputan, Pepakuan, Liana dan jenis tumbuhan bawah lainnya.

Secara umum Hutan Produksi telah mengalami kerusakan vegetasi sebagai akibat aktifitas HPH, perambahan hutan, pemanfaatan lahan untuk lahan kering yang tidak memperhatikan kaidah-kaidah konservasi tanah serta sistim perladangan secara tebang bakar yang terus berlanjut sampai saat ini. Kondisi seperti itu memberikan gambaran bahwa interaksi hutan dengan masyarakat sekitarnya sebagai penyangga kehidupan sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Jenis-jenis satwa yang terdapat di wilayah ini adalah Monyet Hitam (Macaca sp), Tupai (Tupaia sp), Babi Hutan (Sus celebensis), Bajing (Callosciurus notetus), Ular Sawah (Phyton recticulantus), Burung Gagak (Cervus sp), Burung Nuri (Trichoglossus ornatus), Kakatua (Cacatua sulphurea) dan Burung Elang (Haliastorindus sp), dan satwa lainnya.

Gambaran Umum

Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah berbatasan dengan:

  • Kabupaten Buol, Kabupaten Tolitoli, dan Provinsi Gorontalo di sebelah utara.
  • Kabupaten Poso di sebelah selatan.
  • Kota Palu dan Kabupaten Donggala di sebelah barat.
  • Teluk Tomini di sebelah timur.

 Kabupaten Parigi Moutong secara administratif dibagi kedalam 8 kecamatan, dan pada akhir tahun 2006 dimekarkan menjadi 14 kecamatan dengan rincian sbb.: Kecamatan Sausu, Torue, Parigi Selatan, Parigi, Ampibabo, Toribulu, Kasimbar, Tinombo Selatan, Tinombo, Tomini, Mepanga, Bolano Lambunu, Taopa, dan Moutong.

Iklim Wilayah

Kabupaten Parigi Moutong memiliki tipe iklim menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson yang didasarkan pada perbandingan bulan kering (0 – 60 mm) sebulan dan bulan basah (> 100 mm) sebulan yaitu tipe iklim B untuk wilayah Sausu dan sekitarnya dengan rerata curah hujan tahunan 1.106 mm/thn (Kecamatan Sausu dalam angka tahun 2002), sedangkan di wilayah Ampibabo dan sekitarnya termasuk tipe iklim D dengan curah hujan tahunan 1.597 mm/thn.  kelembaban udara rerata 82%, rerata suhu udara 29° C. Musim kemarau terjadi pada bulan Oktober-Maret, dan musim hujan terjadi pada bulan April – September (Kecamatan Ampibabo dalam angka Tahun 2005).

Hidrologi dan Daerah Aliran Sungai (DAS)

Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu daerah tertentu yang bentuk dan sifat alamnya sedemikian rupa, sehingga merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya yang melalui daerah tersebut. DAS dalam fungsinya adalah untuk menampung air yang berasal dari air hujan dan sumber-sumber air lainnya yang penyimpanan dan pengalirannya dihimpun dan ditata berdasarkan hukum-hukum alam sekelilingnya demi keseimbangan daerah tersebut, daerah sekitar sungai, meliputi punggung bukit atau gunung yang merupakan tempat sumber air dan semua curahan air hujan yang mengalir ke sungai, sampai daerah daratan dan muara sungai.

Di Kabupaten Parigi Moutong terdapat dua DAS utama yang tersebar di wilayah kecamatan sbb.:

1. DAS Dolago Torue: DAS ini memiliki sungai-sungai utama seperti S. Torue, S. Doalgo, S. Sausu, S. Tambarana, dan S. Parigi. DAS ini mencakup wilayah Kecamatan Parigi, Parigi Selatan, Torue dan Sausu di wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Sedangkan di wilayah Kabupaten Poso mencakup wilayah Kecamatan Poso Pesisir Utara.

2. DAS Buol-Lambunu: DAS ini memiliki sungai-sungai utama seperti S. Palasa, S. Taipa, S. Maraja, S. Taudalangi, S. Lambunu, dan S. Malino. DAS ini mencakup wilayah Kecamatan Mepanga, Tomini, Taopa, Moutong, dan Bolano Lambunu di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, sebahagian wilayah Kabupaten Buol dan Tolitoli.

 Topografi

Berdasarkan hasil interprestasi peta rupa bumi skala 1:50.000, kondisi wilayah Kabupaten Parigi Moutong terdiri atas wilayah dataran, perbukitan dan pegunungan, dengan kelas lereng datar, landai, agak curam, curam dan sangat curam.

Tanah dan Geologi

Berdasarkan hasil interprestasi Peta Tanah dan Peta Geologi skala 1:750.000 Provinsi Sulawesi Tengah, wilayah Kabupaten Parigi Moutong tersusun atas bantuan endapan danau dan sungai, batuan terobosan, batuan gunung yang berumur querter dan tersier, serta kompleks metamorfosis. Berdasarkan peta tanah eksploirasi Sulawesi Tahun 1964, wilayah ini terdiri atas beberapa jenis tanah yang berbeda sifatnya (complex soil), yang terdiri dari jenis tanah kambisol, podsolik dan aluvial.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

15 thoughts on “Flora dan Fauna di Kabupaten Parigi Moutong – Sulawesi Tengah

  1. wah mantap mas.. saya ternagsang mau menulis juga nih.. hehehe

    Posted by surya | 29 November 2011, 10:46
  2. nice artikel!bagus pak untuk menambah pengetahuan kita,terutama yang belum mengenal Kabupaten Parigi Moutong…

    Posted by model busana muslim | 27 November 2011, 13:12
  3. Benar2 mencintai Sulteng ya Pak Noer?
    menambah wawasan saya nih yang belum pernah menginjakan kaki dibumi sulawesi.

    Posted by Marchei Riendra | 25 November 2011, 20:33
  4. fotonya cntik🙂

    kalau di tempatku sini, hutan masih byk, kalau bersepeda tiap hari itu saya msh bisa lihat rusa, dan hewan liar lainnya, juga ribuan unggas tiap hari🙂

    Posted by Ely Meyer | 25 November 2011, 17:24
    • Tentu tempat yg masih asri dan sejuk ya mbak? Kalo boleh sharing, dimana itu mbak?…

      Posted by Noer | 28 November 2011, 15:20
      • bener, asri dan sejuk sekali, andai byk org menyadari betapa senangnya bisa menghirup udara segar setiap hari pasti org akan mikir berkali kali dulu sebelum membabat lahan hutan atau mendirikan banyak mall dan toko2 atau bangunan.

        di Jerman …. di sini masih buanyaaaaaak sekali hutan nggak hanya di desa tapi di kota kota juga, mereka cinta sekali dengan hutan, dan tidak sembarangan org bisa menebang pohon semaunya apalagi membabat hutan, karena hukum sangat tegak di sini, tak pandang bulu

        Posted by Ely Meyer | 5 Desember 2011, 15:29
      • Semoga pengelolaan hutan di Indonesia, bisa se-serius org jerman ngelola hutan. Sukses selalu untuk anda mbak…

        Posted by Noer | 13 Desember 2011, 13:12
  5. jika melihat betapa indah dan melimpahnya kekayaan alam negeri ini, menjadikan kita bangga sebagai putra bangsa, tapi klo melihat perilaku pemerintah kita yang korup, menciutkan nyali kita untuk mengumandangkan “SAYA BANGGA MENJADI ANAK INDONESIA”.

    Posted by ahsinmuslim | 24 November 2011, 15:54
    • Ssepakat sobat. Namun secara pribadi, saya meyakini bahwa kehidupan kebangsaan kita sekarang ini sedang mengarah kepada kedaulatan rakyat. Bagi mereka yang korup, kelak akan menerima balasannya…

      Posted by Noer | 24 November 2011, 17:45
  6. Kekayaan alam yang melimpah ruah dibumi tercinta indonesia ini seharusnya bisa diolah dengan baik menjadi asset bangsa, tetapi yang terjadi sekarang manusia cenderung merusak alam hanya demi kepentingan pribadi, penebangan hutan, pembunuhan orang hutan perburuan satwa langka entah apa mereka (alam) masih kuat bertahan.

    Posted by widjar | 24 November 2011, 14:01

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: