Konservasi Alam

Asal Mula Pemanasan Global

Segala sumber energi yang terdapat di bumi berasal dari matahari. Energi ini memanasi permukaan bumi, sebaliknya bumi mengembalikan energi panas tersebut ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbondioksida, sulfurdioksida dan metana. Tanpa efek rumah kaca natural di atas, maka suhu akan lebih rendah dari yang ada sekarang dan tidak mungkin ada kehidupan. Jadi gas rumah kaca menyebabkan suhu udara di permukaan bumi menjadi lebih nyaman sekitar 15°C.

Namun demikian, permasalahan akan muncul ketika terjadi konsentrai gas rumah kaca pada atmosfer yang berlebihan. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia” melalui efek rumah kaca.

Sejak awal revolusi industri, konsentrasi karbondioksida pada atmosfer bertambah mendekati 30%, konsetrasi metan lebih dari dua kali, konsentrasi asam nitrat bertambah 15%. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C, antara tahun 1990 dan 2100. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas kalor lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya glester, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa aktivitas manusia yang menyebabkan terjadinya pemanasan global diantaranya konsumsi energi bahan bakar fosil, kerusakan hutan, pertanian-peternakan, dan sampah.

Konsumsi Energi Bahan Bakar Fosil 

Sektor industri merupakan penyumbang emisi karbon terbesar, sedangkan sektor transportasi menempati posisi kedua. Indonesia termasuk negara pengkonsumsi energi terbesar di Asia setelah Cina, Jepang, India dan Korea Selatan. Konsumsi energi yang besar ini diperoleh karena banyaknya penduduk yang menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber energinya, walaupun dalam perhitungan penggunaan energi per orang di negara berkembang, tidak sebesar penggunaan energi per orang di negara maju, seperti negara Amerika Serikat, China dan India. Dengan demikian, banyaknya gas rumah kaca yang dibuang ke atmosfer dari sektor ini berkaitan dengan gaya hidup dan jumlah penduduk.

Penggundulan dan Kerusakan Hutan

Salah satu fungsi tumbuhan yaitu menyerap karbondioksida (CO2), yang merupakan salah satu dari gas rumah kaca, dan mengubahnya menjadi oksigen (O2). Saat ini di Indonesia diketahui telah terjadi penggundulan dan kerusakan hutan. Penggundulan dan kerusakan hutan ini diantaranya disebabkan oleh kebakaran hutan, perubahan tata guna lahan, antara lain perubahan hutan menjadi perkebunan dengan tanaman tunggal secara besar-besaran, misalnya perkebunan kelapa sawit, serta kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dan Hutan Tanaman Industri (HTI) di masa lampau. Dengan kerusakan seperti tersebut diatas, tentu saja proses penyerapan karbondioksida tidak dapat optimal.  Hal ini akan mempercepat terjadinya pemanasan global.

Pertanian Dan Peternakan 

Sektor ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca melalui sawah-sawah yang tergenang yang menghasilkan gas metana, pemanfaatan pupuk serta praktek pertanian, pembakaran sisa-sisa tanaman, dan pembusukan sisa-sisa pertanian, serta pembusukan kotoran ternak. Dari sektor ini gas rumah kaca yang dihasilkan yaitu gas metana (CH4) dan gas dinitro oksida (N20).

Sampah

Sampah menghasilkan gas metana (CH4). Diperkirakan 1 ton sampah padat menghasilkan 50 kg gas metana. Sampah merupakan masalah besar yang dihadapi kota-kota di Indonesia. Setiap hari orang-orang di perkotaan menghasilkan sampah dengan jumlah yang relatif meningkat dari tahun ke tahun. Di lain pihak jumlah penduduk juga terus bertambah. Dengan demikian, sampah di perkotaan merupakan sektor yang sangat potensial, mempercepat proses terjadinya pemanasan global.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

33 thoughts on “Asal Mula Pemanasan Global

  1. Kita tidak bisa serta merta menghilangkan dampak pemanasan global, namun bukan berarti kita lantas` pasrah dengan kondisi itu. Langkah-langkah kecil dari diri sendiri dan keluarga seperti menanam pohon, hemat energi, menggunakan enenrgi yang lebih ramah lingkungan, menghemat pemakaian listrik, hemat dengan sampah plastik, adalah beberapa contoh langkah kecil dan sederhana namun saya yakin berdampak besar.

    Maaf, Alamendah baru sempat posting dan jalan-jalan kembali. Karena kelamaan istirahat, blogwalkingnya mungkin belum bisa kenceng.🙂

    Posted by alamendah | 17 Januari 2012, 09:54
  2. Semakin lama lingkungan bukannya bertambah baik namun sebaliknya. Perlu kesadaran dari kita semua sehingga lingkungan tetap terjaga dan dapat membawa dampak yang baik bagi kehidupan pada umumnya.

    Posted by HALAMAN PUTIH | 15 Januari 2012, 14:24
  3. satu pohon seribu kehidupan.. go green..

    Posted by Hijauku | 15 Januari 2012, 01:22
  4. yook mulai go green…….hemat plastik belanjaan

    Posted by Mila | 13 Januari 2012, 14:33
  5. sekarang saya sedang berusaha mengurangi pembakaran sampah, terutama sampah2 organik, tdk perlu dibakar, cukup ditimbun di tanah🙂

    Posted by arif | 13 Januari 2012, 00:32
  6. seharusnya dari diri kita sendiri… setidaknya kita udah mencoba untuk mengurangi pemanasan global misalnya : hemat listrik dan air, nanam pohon dll🙂

    Posted by yunie | 12 Januari 2012, 15:00
  7. Memang haru gman lagi mas,,,memang udah itu kebiasaan yang kita lakukan sehari2,,,🙂 mulai dari merokok,buang sampah dll🙂

    Posted by Abed Saragih | 9 Januari 2012, 14:18
  8. Mari kita lestarikan lingkungan mulai sekarang dengan mengurangi aktifitas yang menyebabkan terjadinya pemanasan global ini Mas.🙂

    Posted by Irfan Handi | 9 Januari 2012, 13:42
  9. halo gan…. ane berkunjung lagi..
    oh ya ane masang linkback ke blog agan di salah satu postingan ane..
    dan ada ane berbagi cerita dan tugas untuk sahabat2 ane yang udah tukeran link dengan blog saya. lihat disini

    Posted by DeRie | 7 Januari 2012, 01:26
  10. pemanasan global walau bergerak “slow motion” nampaknya mmg menjadi sesuatu yg mengkhawatirkan kedepannya. Hanya sayangnya orang2 (yg mungkin) tdk akan merasakannya nanti sptnya menjadi masa bodoh dan apatis saja.

    Posted by bensdoing | 6 Januari 2012, 09:48
  11. Kalau efek rumah kaca terus meningkat lama2 kita akan hidup seperti dalam oven ya Mas. Air laut mengering, hutan2 meranggas dan akhirnya semua kehidupan akan punah di bumi. Hih ngeri!.

    Posted by Evi | 5 Januari 2012, 22:21
  12. ince info….🙂 harus jaga bumi ini biar kepanasan…🙂

    Posted by model busana muslim | 5 Januari 2012, 21:53
  13. Pola hidup kita sangat berpengaruh pada pemanasan global, seperti penggunaan bahan-bahan kimia yang berbahasa semisal refrigeran ac yang dibuang sembarangan tanpa dinetralkan terlebih dahulu ini sangat potensi sekali mempercepat rusaknya dunia.

    Posted by Online Terbaik | 5 Januari 2012, 13:55
  14. udah saatnya kita melakukan penghijauan, mulai dr diri kita sendiri sobat………..

    salam persahabatan selalu dr MENONE

    Posted by MENONE | 5 Januari 2012, 11:14
  15. kampanye go green sudah mulai mengecil gaungnya padahal pemanasan global masih menjadi ancaman serius bumi tercinta. terimakasih sobat untuk postingan yang bermanfaat. salam silaturahmi.

    Posted by ahsinmuslim | 4 Januari 2012, 15:39
  16. kalau tidak salah harus mengurani pemakaian listrik yg berlebihan ya untuk mengurangi efek rumah kaca

    Posted by tri | 4 Januari 2012, 12:27

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: