Konservasi Alam

Hutan (Sulawesi Tengah) Sebagai Sumber Air

Kita pasti setuju bahwa air sebagai sumber kehidupan, jika pengertian dalam bahasa sederhananya manusia membutuhkan air. Kalau ada orang yang tidak setuju bahwa air bukan sebagai sumber kehidupan, sulit dibayangkan manusia semacam apa dia ini. Apakah dia adalah manusia yang sangat modern dan memiliki teknologi yg sangat canggih sehingga tidak butuh air?. Atau, dia adalah manusia yang sakti mandraguna sehingga manusia ini tidak lagi butuh air?. Karena susah untuk membayangkannya, saya sampai pada keyakinan bahwa di dunia ini tidak ada manusia semacam ini.


Manusia membutuhkan air untuk bisa bertahan hidup, beberapa ahli menyatakan bahwa secara fisik manusia bisa bertahan hidup tanpa air alias menahan rasa dahaganya paling lama 3 – 4 hari. Jadi, tidak ada manusia yang tidak butuh air. Dalam kehidupan sehari-hari, kita membutuhkan air tidak sekedar untuk menghilangkan rasa haus semata, tetapi juga untuk kebutuhan-kebutuhan lain dalam aktifitas rumah tangga, seperti masak, cuci, mandi, dll.

Pada banyak tempat, kebutuhan air untuk rumah tangga ini mungkin dapat terpenuhi dengan lancar. Namun pada tempat lainnya, air yang seharusnya selalu tersedia untuk kebutuhan rumah tangga, pada kenyataannya tidak selalu lancar. Ketidaklancaran air ini juga menyebabkan hampir setiap saat, kami bersama dengan para tetangga di komplek perumahan selalu mengeluhkan layanan air yang tidak selalu lancar ini.  Kondisi air selalu byarpet sama kayak lampu listrik. Kondisi ini, memaksa para penghuni komplek perumahan untuk selalu menghemat air. Tidak jarang kondisi yang bagi kami darurat ini, memaksa kami untuk tidak mandi. Jadi maklum, kalau seandainya parfum cepet habis. Hal ini dilakukan untuk menyamar biar bau keringat gak kecium, jadi nyemprot parfumnya banyak-banyak. Tapi jangan khawatir, saat pengunjung membaca tulisan ini dijamin tidak akan bau, karena saat mengetik tulisan ini saya sudah mandi kok. Kebetulan, di rumah saya ada alternatif sumber air, selain air pam.

Jika air untuk kebutuhan rumah tangga yang ada di perkotaan saja ada masalah, gimana dengan yang jauh di pedesaan yah?. Padahal hampir seluruh aktifitas orang desa dalam usaha pertaniannya, seperti menanam; beternak; dan memelihara ikan seluruhnya membutuhkan air. Mudah-mudahan saja kondisinya tidak seperti di tempat kami.

Harapan ini penting, karena jika air di desa melimpah, petani dapat menanam padi dengan hasil yang baik, petani dapat memberi minum ternaknya agar menjadi gemuk, dan petani juga dapat memelihara kolamnya sehingga ikan dapat berkembang biak. Jika demikian, hasil-hasil pertanian ini akan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, dan dapat memenuhi kebutuhan pangan secara luas.

Kita berharap agar suplai air dapat selalu memenuhi kebutuhan hidup kita, namun air tidak selamanya langgeng ada di sekeliling kita bila kita tidak menjaganya. Untuk itu dibutuhkan kepedulian terhadap sumber-sumber air, dengan menjaga keberadaan hutan.

Sudah banyak dikatakan bahwa hutan berperan sebagai pengatur tata air. Hal ini dikarenakan hutan memiliki kemampuan besar dalam menyerap dan menyimpan air hujan. Jika tidak ada hutan, air hujan akan langsung dialirkan di atas permukaan tanah. Sebaliknya jika ada hutan, air hujan akan terperangkap oleh serasah yang banyak terdapat di permukaan tanah hutan, kemudian terserap oleh pori-pori tanah. Air yang terserap menjadi cadangan air tanah yang akan dialirkan sedikit-sedikit melalui mata air dan mengalir sebagai sungai. Dengan demikian sungai dan sumber air lainnya tidak akan kering walau di musim kemarau.

Kehilangan hutan berarti merusak dan mengurangi sumber-sumber air di dalam tanah. Jika hutan rusak, hujan lebat akan menggerus lapisan tanah yang subur, bahkan menyebabkan banjir dan longsor.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

8 thoughts on “Hutan (Sulawesi Tengah) Sebagai Sumber Air

  1. Jika hutan kita habis berarti habis juga tuch paru-paru dunia😦

    Posted by yunie | 28 Januari 2012, 22:21
  2. pohon2 baik yg di perumahan maupun hutan jgn ditebang, sekarang emg makin menipis. butuh pemimpin dan penguasa yg peduli, bukan hanya sekadar peduli uang

    Posted by arif | 28 Januari 2012, 15:11
  3. Manusia tetap mampu bertahan hidup jika tidak makan berhari-hari, tapi ia tidak akan mampu bertahan bila tidak minum air…

    Posted by Gusti 'ajo' Ramli | 28 Januari 2012, 02:10
  4. Air sumber kehidupan kita di dunia dan saat ini sangat terancam keberadaannya. Beberapa industri menghasilkan limbah beracun yang buruk dengan mencemari sumber-sumber mata air.🙂

    Posted by Hijauku | 27 Januari 2012, 22:04

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: