Konservasi Alam

Implikasi REDD+ Terhadap Kehidupan Masyarakat

noerdblog - implikasi redd bagi masyarakatREDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Degredation, Carbon Stock Enhancement and Forest Conservation), adalah salah satu pendekatan konservasi untuk mengurangi pemanasan global akibat emisi karbon yang berkaitan dengan kerusakan hutan. Ide ini berbeda dengan kegiatan konservasi hutan sebelumnya karena dikaitkan langsung dengan insentif finansial untuk konservasi yang bertujuan menyimpan karbon di hutan. Gagasan utama dari pendekatan ini adalah aktivitas untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan cara mengurangi laju deforestasi, mengurangi degradasi hutan, menjaga ketersedian karbon, dan meningkatkan stok karbon hutan tanpa menggangu target pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.

Untuk memastikan program REDD+ menjamin pemenuhan hak masyarakat adat dan masyarakat lokal, maka Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA) atau Free Prior and Informed Consent (FPIC) telah menjadi mandat kesepakatan internasional yang mewajibkan pelaksanaan program REDD+ memenuhi hak masyarakat adat dan atau masyarakat lokal. Dalam hal ini, masyarakat adat dan atau masyarakat lokal yang akan menerima dampak dari implementasi REDD+ diposisikan sebagai subjek utama dalam FPIC, terutama sekali yang kehidupannya tergantung pada sumberdaya hutan (forest dependent community).

FPIC adalah prinsip yang menegaskan adanya hak masyarakat adat dan atau masyarakat lokal untuk menentukan bentuk-bentuk kegiatan apa yang mereka inginkan pada wilayah mereka, secara lebih rinci dapat dirumuskan sebagai hak masyarakat adat dan atau masyarakat lokal untuk mendapatkan informasi (informed) sebelum (prior) sebuah program atau proyek pembangunan dilaksanakan dalam wilayah adat mereka, dan berdasarkan informasi tersebut, mereka secara bebas tanpa tekanan (free) menyatakan setuju (consent) atau menolak. Dengan kata lain, sebuah hak masyarakat adat dan atau masyarakat lokal untuk memutuskan jenis kegiatan pembangunan macam apa yang mereka perbolehkan untuk berlangsung dalam wilayah adat mereka.

Disamping bertujuan untuk pemenuhan hak, FPIC merupakan salah satu alat untuk menjamin bahwa pelaksanaan REDD+ di Indonesia memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat adat dan atau masyarakat lokal. Namun demikian, berbagai resiko serius bagi masyarakat adat dan atau lokal  dapat muncul. Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal yang dikuatirkan di atas, sangat penting prinsip FPIC disebarluaskan di masyarakat adat dan masyarakat lokal yang wilayahya menjadi target implementasi skema REDD+.

Terdapat berbagai resiko serius bagi masyarakat adat dan atau lokal  yang harus dihindari. Pertama, pelanggaran hak ulayat dan tindakan penegakan hukum yang kasar yang akan menyebabkan hilangnya akses ke hutan untuk kebutuhan pemenuhan hidup dan penghasilan, konflik pemanfaatan lahan dan pengusiran masyarakat adat dan atau lokal dari hutan. Kedua, peminggiran oleh kegiatan zonasi tata guna lahan yang baru, karena upaya peningkatan pendapatan negara dari karbon hutan, sehingga dimungkinkan dapat mengurangi wewenang masyarakat adat dan atau lokal untuk menguasai hutan dan bertanggung jawab atas pengelolaannya. Ketiga, pemisahan hak atas karbon hutan dari hak pengelolaan atau penguasaan hutan, dengan demikian menghambat hak masyarakat adat dan masyarakat lokal untuk mendapatkan keuntungan keuangan dari program-program karbon hutan yang baru. Keempat, kontrak karbon yang eksploitatif, bisa menyebabkan masyarakat tidak menyadari bahwa perjanjian yang mereka sepakati berakibat pada penyerahan hak atas tanah mereka, menerima tanggung jawab atas hilangnya hutan, atau menerima pembayaran yang lebih rendah dari potensi pendapatan yang hilang (opportunity cost) akibat tata guna lahan yang berubah. Kelima, keuntungan REDD+ yang diharapkan dikuasai oleh kaum elit (dari dalam atau dari luar komunitas adat) akibat sistem tata kelola hutan yang tidak jelas. Keenam, penurunan produksi pangan setempat, yang menimbulkan resiko keamanan pangan dan memperparah kemiskinan.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

One thought on “Implikasi REDD+ Terhadap Kehidupan Masyarakat

  1. dalem boss…

    Posted by agus irwanto | 30 Januari 2012, 13:33

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: