Sayang Air, Sayangi Hutan

Sumberdaya alam dan manusia saling mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Keberadaan sumberdaya alam ini menentukan aktivitas manusia sehari-hari. Sebaliknya, aktivitas manusia mempengaruhi keberadaan sumberdaya di sekitarnya. Sumberdaya alam yang kita perlukan mempunyai keterbatasan di dalam banyak hal, baik menurut kuantitas maupun kualitasnya. Pemanfatan sumberdaya alam yang tidak terkendali, akan mempercepat rusaknya daur hidrologi. Dalam kondisi ekstrim tertentu dapat mempercepat terjadinya kekeringan dan banjir.

Banyak contoh kasus kerusakan sumberdaya alam yang diakibatkan oleh aktivitas manusia seperti pencemaran air dan kerusakan hutan yang kesemuanya tidak terlepas dari aktivitas manusia. Aktivitas ini, pada akhirnya akan merugikan manusia itu sendiri.

Karena kekhawatiran akan kerusakan hutan tersebut juga, pada tadi pagi, seorang teman mengabari saya bahwa sejak sebulan yang lalu, masyarakat dari beberapa desa di suatu kecamatan memprotes keberadaan sebuah sawmill, industri penggergajian kayu yang ada di desanya. Masyarakat menginginkan agar sawmill ditutup, karena dianggap menampung kayu-kayu illegal yang ditebang dari dalam kawasan hutan di sekitar desanya. Masyarakat merasa khawatir kegiatan penebangan liar menyebabkan penggundulan dan kerusakan hutan, sehingga berdampak pada mengeringnya mata air. Pada kebanyakan masyarakat di sekitar hutan, mata air merupakan sumber air bersih yang digunakan untuk keperluan minum dan kebutuhan aktifitas rumah tangga lainnya, seperti masak, cuci dan mandi. Oleh sebab itu, diperlukan pengelolaan sumberdaya alam yang baik.

Penghutanan kembali kawasan terbuka dan berlereng di Daerah Aliran Sungai (DAS), bermanfaat menambah banyak sumber-sumber air sebagai dampak dari meningkatnya resapan air di daerah tersebut. Karena, hutan berperan sebagai pengatur tata air. Hal ini dikarenakan hutan memiliki kemampuan besar dalam menyerap dan menyimpan air hujan. Jika tidak ada hutan, air hujan akan langsung dialirkan di atas permukaan tanah. Sebaliknya jika ada hutan, air hujan akan terperangkap oleh serasah yang banyak terdapat di permukaan tanah hutan, kemudian terserap oleh pori-pori tanah. Air yang terserap menjadi cadangan air tanah yang akan dialirkan sedikit-sedikit melalui mata air dan mengalir sebagai sungai. Dengan demikian sungai dan sumber air lainnya tidak akan kering walau di musim kemarau.

Disamping sebagai pengatur tata air, hutan mempunyai fungsi klimatologis dan merupakan sumber oksigen yang sangat potensial bagi seluruh makhluk yang hidup di bumi. Hutan tropis yang menerima sinar matahari sepanjang tahun merupakan hutan yang paling subur dan sangat produktif dalam menghasilkan oksigen, yang berperan dalam pencegahan pemanasan global dengan menyerap karbondioksida dari atmosfir. Keutuhan hutan juga menentukan kehidupan berbagai makhluk hidup. Sejumlah tumbuhan dan binatang dengan keanekaragaman jenis  berkembang hidup di dalam hutan.

Iklan

14 responses to “Sayang Air, Sayangi Hutan

  1. Yah .. hutan harus tetep lestari ……… hutan di rusak bukan oleh “orang kecil” tapi “orang besar”.

    kenapa saya pesimis akan kelestarian hutan di masa depan?

  2. Alhamdulillah di Lombok sumber air masih terjaga dengan baik. dan yang lebih menyenangkan lagi dapat ditekannya perusakan hutan didaerah kami.
    Semoga kondisi seperti ini terus kami miliki.

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s