Konservasi Alam

Hutan Mengatur Ketersediaan Sumber Daya Air

Picture2Ekosistem hutan yang ada di Indonesia sangat beragam, mulai dari hutan hujan tropis dataran tinggi dan dataran rendah hingga rawa gambut serta hutan rawa bakau. Ekosistem hutan alami umumnya merupakan sistem yang berperan penting di dalam pengaturan dan perlindungan fungsi tata air (hidrologis). Kepentingan pengaturan dan perlindungan fungsi tata air tersebut, terutama pada lokasi-lokasi yang berada pada daerah tangkapan air atau daerah resapan air pada bagian hulu/hilir suatu daerah aliran sungai (DAS).

Ekosistem hutan tersebut umumnya mempunyai fungsi penting dalam mengatur ketersediaan sumber daya air yang dikenal sebagai fungsi hidrologis hutan. Fungsi hidrologis hutan tersebut antara lain berupa: (1) pengendalian curah hujan yang jatuh dipermukaan tanah sehingga mencegah terjadinya erosi dan sedimentasi air permukaan; (2) penyerapan sebagian air hujan untuk kemudian disimpan dan dialirkan kembali sebagai air permukaan dan air tanah; (3) pengendalian intrusi air laut ke daratan sehingga mencegah salinitas air tanah; (4) pemprosesan air hujan dengan berbagai bahan polutan yang dikandungnya untuk kemudian dikeluarkan sebagai air baku yang layak digunakan bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup; (5) pengendalian banjir dan kekeringan serta mengatur sumber air untuk dapat tersedia sepanjang tahun.

Dewasa ini, pemanfaatan sumberdaya hutan dan lahan pada satu sisi memberikan manfaat sosial dan ekonomi, namun pada sisi lain manfaat ekologis sering kali terbaikan. Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan ekosistem hutan yang berdampak buruk pada kerusakan lingkungan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS).  Kondisi lingkungan DAS yang buruk akan memacu terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor pada musim penghujan, kebakaran dan kekeringan pada musim kemarau serta pencemaran air sungai, pendangkalan waduk, abrasi pantai, dan tidak berfungsinya sarana pengairan sebagai akibat sedimentasi yang berlebihan.

Beberapa sumber penyebab kerusakan lingkungan DAS diantaranya pemanfaatan hutan dan lahan yang tidak sesuai kaidah-kaidah konservasi dan melampaui daya dukungnya, sehingga menyebabkan terjadinya lahan kritis. Disamping itu prilaku masyarakat yang belum mendukung konservasi seperti illegal logging dan penyerobotan lahan hutan akan menyebabkan deforestasi.

Upaya mengendalikan dan mencegah terjadinya kerusakan hutan dan lahan di wilayah DAS diperlukan adanya upaya-upaya rehabilitasi hutan rusak dan lahan kritis, serta pengembangan fungsi DAS terus ditingkatkan dan disempurnakan. Rehabilitasi hutan rusak dan lahan kritis dilakukan untuk memulihkan kesuburuan tanah, melindungi tata air, dan kelestarian daya dukung lingkungan.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

5 thoughts on “Hutan Mengatur Ketersediaan Sumber Daya Air

  1. menjaga hutan biar air ada terus…🙂

    Posted by lovetiffa | 2 Februari 2012, 15:11
  2. Kalo hutan menghilang, itu berarti air kan jarang ….. bagaimana nasib anak cucu kita nanti ? Smoga Tuhan memberkati.

    Posted by Kopral Cepot | 2 Februari 2012, 02:25

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: