Konservasi Alam

Mengunjungi Taman Nasional

Bagi yang mendambakan suasana sepi tapi segar udaranya. Atau bagi yang mendambakan suara alam seperti kicau burung di alam bebas, desir angin, gemericik air terjun, karena setiap hari telinga lelah mendengar hiruk pikuknya pabrik atau kendaraan. Atau juga yang mendambakan warna-warni lembut seperti warna lumut yang menmpel di pohon, hijaunya daun, karena mata letih menatap mengkilapnya layar televisi dan komputer. Bagi mereka yang mendambakan suasana-suasana seperti ini, melalukan wisata alam bisa menjadi salah satu pilihannya.

Taman nasional (national park) merupakan merupakan salah satu kawasan hutan yang cukup populer karena fungsi dan peranannya dalam pelestarian keanekaragaman hayati. Disamping sebagai tempat pavorit para peneliti, taman nasional juga banyak menjadi tujuan dari para wisata alam yang ingin melepas kejenuhannya dalam kesibukan keseharian.

Berikut gambaran singkat tentang taman nasional, salah satu kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, yang dikelola dengan sisten zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya pariwisata dan rekreasi.

Indonesia untuk pertama kalinya mendeklarasikan 5 taman nasional, pada tahun 1980 yaitu Taman Nasional Gunung Leuser (Sumatera Utara – Aceh), Taman Nasional Ujung Kulon (Jawa Barat), Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (Jawa Barat), Taman Nasional Baluran (Jawa Timur), dan Taman Nasional Komodo (Nusa Tenggara Timur). Untuk perbandingan, taman nasional tertua di dunia adalah Yellow Stone National Park, taman nasional yang terletak di Amerika Serikat, yang diumumkan pada tahun 1872.

Suatu kawasan hutan dapat ditunjuk sebagai taman nasional, bila memenuhi kriteria atau persyaratan tertentu. Persyaratan ini dirumuskan oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) tahun 1969, yang kemudian diterima oleh Kongres Taman Nasional Sedunia II di Bali pada tahun 1972. Kriteria tersebut meliputi: (1) Taman nasional harus relatif luas; (2) Taman nasional harus memiliki sumberdaya alam yang khas dan unik, yang masih utuh dan asli berupa flora, fauna, ekosistem atau gejala alam; (3) di kawasan taman nasional tidak boleh terjadi perubahan akibat kegiatan eksploitasi dan pemukiman penduduk; (4) Kebijakan dan pengelolaan taman nasional dilakukan oleh kementerian yang berkompeten.

Sebagian kawasan taman nasional terbuka untuk umum, untuk pengembangan wisata, dan untuk tujuan ilmu pengetahuan. Setiap taman nasional mempunyai beberapa fungsi, meliputi: (1) Menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi sistem penyamngga kehidupan; (2) Melindungi keanekaragaman hayati dan menjadi sumber plama nutfah; (3) Menunjang kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan latihan; (4) Menjadi objek wisata alam dan menunjang pelestarian budaya setempat; (5) Merupakan bagian dari pengembangan setempat.

Sesuai persyaratan fungsi taman nasional, dalam pengelolaan taman nasional dilakukan pembagian wilayah, yang lazim disebut zonasi atau mintakat. Satu kawasan taman nasional setidaknya terdiri dai tiga zona, sebagai berikut: (1) Zona inti, adalah wilayah yang mutlak harus dilindungi agar tidak terjadi suatu perubahan yang disebabkan oleh aktivitas manusia; (2) Zona rimba, adalah wilayah yang melindungi zona inti, pada zona ini tidak boleh didirikan bangunan fisik yang sifatnya permanen. Kunjungan secara terbatas dapat dilakukan; (3) Zona pengembangan, adalah wilayah yang dikhususkan bagi pengembangan objek wisata alam. Sarana dan prasarana dapat dapat didirikan di zona ini, namun dengan persyaratan-persyaratan tertentu. Kunjungan juga dapat dilakukan namun juga dengan syarat-syarat tertentu.  Selain ketiga zona tersebut, dapat juga ditunjuk daerah penyangga yang merupakan benteng untuk melindungi kawasan taman nasional secara keseluruhan.

Mengunjungi Taman Nasional

Untuk tujuan berwisata, ijin mengunjungi taman nasional dapat diperoleh pada pimpinan unit pengelola taman nasional setempat. Untuk kepentingan selain wisata terutama untuk penelitian, ijin mengunjungi taman nasional diperoleh dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) pada Kementerian Kehutanan.

Sejumlah taman nasional di Indonesia dapat dicapai dengan mudah, dengan mobil pribadi atau dengan kendaraan umum. Taman nasional Gunung Gede Pangrango yang terletak diantara kota Bogor, Cianjur, Sukabumi dapat dicapai kendaraan dengan mudah. Begitu juga Taman Nasional Baluran, terletak di tepi jalan raya Surabaya – Banyuwangi – Denpasar, mudah dicapai dari Denpasar maupun Surabaya. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, mudah dicapai baik dari Surabaya maupun Malang. Taman Nasional Kepulauan Seribu mudah dicapai dari Jakarta. Taman Nasional Leuser mudah dicapai dari Medan. Taman Nasional Lore Lindu mudah dicapai dari Palu. taman nasional lainnya yang tidak begitu sulit dicapai adalah Taman Nasional Way Kambas (dari Bandar Lampung), Taman Nasional Dumoga Bone (dari Manado), Taman Nasional Wasur (dari Merauke). Taman nasional lainnya umumnya lebih sulit dicapai. Untuk mengunjunginya sebaiknya menginap.

Setiap taman nasioanl di Indonesia pada umumnya memiliki pintu gerbang, pusat informasi, trail atau jalan stapak, pondok jaga, wisma penginapan, gardu pandang, bumi perkemahan dan fasilitas masak. Bahan makanan umumnya tidak tersedia dan harus dibawa oleh pengunjung, juga tenda (bagi yang ingin menginap di luar bumi perkemahan). Air umumnya tersedia di lokasi.

Sejumlah taman nasional di Indonesia memiliki yang berkaliber internasional, antara lain: badak bercula satu dan gunung krakatau (Taman Nasional Ujung Kulon), Jalak Bali (Taman Nasional Bali Barat), laut pasir dan kawah di dalam kawah (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), Komodo (Taman Nasional Komodo) Pusat Rehabilitasi Orang Utan (Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Kutai). Daya tarik lain berupa keindahan dan kekhasan alam , serta keanekaragaman hayati.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

4 thoughts on “Mengunjungi Taman Nasional

  1. btul btul btul…..:)

    Posted by verawathy risma | 29 April 2014, 16:10
  2. aiiiihhhhhh….. seger2 bgt gambar2 di postingan2nya…🙂
    jd pengen ikut jalan2…hehe..
    selamatb siang,maaf baru berkunjung😀

    Posted by Citra W. Hapsari | 17 Maret 2012, 16:28
  3. saya denger badak sudah hampir punah dan jumlahnya sangat sedikit.😥 semoga dengan adanya taman nasional, hewan2 langka di indonesia lebih terpelihara.

    Posted by Ilham | 7 Februari 2012, 17:27

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: