Konservasi Alam

Pelaksanaan Uji Coba FPIC REDD+ Sulawesi Tengah

Panduan Pelaksanaan FPIC (Free Prior and Informed Consent) yang disusun oleh Pokja IV REDD+ Sulawesi Tengah merupakan bagian penting dalam penyiapan implementasi program REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Degredation Plus). Untuk menghasilkan panduan baku yang siap digunakan dalan implementasi program REDD, maka panduan perlu diuji coba di tingkat tapak, dan akan dilakukan review kembali setelah memperoleh pengalaman dari hasil uji coba panduan ini.

Untuk tujuan di atas, Pokja IV REDD+ Sulawesi Tengah dengan dukungan UN-REDD Programme Indonesia melaksanakan Uji Coba Panduan Pelaksanaan FPIC REDD+ Sulawesi Tengah, di Desa Lembah Mukti – Kecamatan Damsol – Kabupaten Donggala, pada tanggal 8 – 10 Maret 2012. Kegiatan yang dilaksanakan di sekitar areal Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Model Dampelas Tinombo ini merupakan kegiatan pertama. Kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di sekitar kawasan hutan konservasi Taman Nasional Lore Lindu.

Peserta kegiatan uji coba adalah masyarakat Desa Lembah Mukti terdiri dari unsur pemerintah desa, tokoh agama, kelompok perempuan, kelompok pemuda, kelompok tani dan guru. Sedangkan fasilitator kegiatan uji coba adalah lima orang fasilitator desa, yang telah mengikuti training di Desa Sabang Kecamatan Damsol pada beberapa minggu yang lalu. Dengan back up dari sebelas orang anggota Pokja IV REDD dan unsur KPH. Kegiatan juga dihadiri oleh UNREDD National Project Manager beserta beberapa orang stafnya.

Kegiatan Uji Coba Panduan Pelaksanaan FPIC dilaksanakan selama tiga hari. Pada hari pertama, kegiatan dilaksanakan di tingkat desa. Dengan agenda kegiatan meliputi (1) sosialisasi Panduan FPIC dan bahan-bahan komunikasi dari PMU UN-REDD; dan (2) uji coba panduan FPIC dan sosialisasi proyek-proyek KPH untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Metodologi kegiatan meliputi ceramah, tanya jawab dan share learning. Peserta kegiatan sebanyak 60 orang, meliputi: (1) kepala desa; (2) kepala dusun; (3) kepala RT; (4) anggota BPD; (5) perwakilan pemuda; (6) perwakilan perempuan; dan (7) tokoh agama.

Pada hari kedua, kegiatan dilaksanakan di tingkat dusun (ada 5 dusun). Agenda kegiatan meliputi: (1) memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang REDD+, FPIC dan proyek-proyek KPH untuk mengurangi dampak perubahan iklim; (2) identifikasi masalah-masalah yang ada di masing-masing dusun; (3) merumuskan usulan-usulan kegiatan; (4) menetapkan 5 orang perwakilan dari masing-masing dusun sebagai calon juru runding. Metodologi kegiatan meliputi share learning (curah pendapat) dan focus group discussion (FGD). Peserta kegiatan untuk masing-masing dusun sebanyak 30 orang, yang berasal dari masyarakat dusun yang bersangkutan.

Pada hari ketiga, terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada pagi hingga siang hari. Kegiatan dilaksanakan di tingkat desa. Dengan agenda kegiatan meliputi: (1) identifikasi masalah-masalah skala desa; (2) merumuskan usulan-usulan kegiatan tingkat desa; (3) menetapkan 7 orang perwakilan sebagai juru runding. Peserta kegiatan sebanyak 25 orang, yang berasal dari setiap perwakilan dusun. Sedangkan pada siang hingga sore hari-nya, agenda kegiatan meliputi: (1) Menyusun konsensus desa yang dilakukan oleh 7 orang wakil desa sebagai juru runding; (2) Menyampaikan hasil konsensus desa kepada unsur KPH dan PMU-UNREDD. Pada kegiatan ini, wakil masyarakat yang terpilih sebanyak tujuh orang yang berperan selaku juru runding desa.

Beberapa hasil konsensus desa, diantaranya: (1) Masyarakat menerima dan mendukung program REDD+ dan program KPH; (2) Masyarakat meminta difasilitasi agar pemda (kecamatan dan kabupaten) menetapkan batas-batas wilayah yang jelas antara Desa Lembah Mukti dengan desa-desa sekitarnya; (3) Masyarakat meminta agar penebangan kayu secara illegal yang terjadi di wilayahnya segera dihentikan; dan (4) Melaksanakan sosialisasi terkait kebijakan kehutanan dan pemberdayaan masyarakat.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

2 thoughts on “Pelaksanaan Uji Coba FPIC REDD+ Sulawesi Tengah

  1. Sukses juga buat sampean mbak…

    Posted by Noer | 28 Maret 2012, 13:35
  2. Trimakasih sharingnya pak Noer, betapa menariknya berpengalaman langsung dalam penyiapan implementasi REDD. Selamat berkarya. Salam

    Posted by prih | 28 Maret 2012, 08:20

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: