Menumbuhkan Satu Milyar Pohon

Angin dari arah laut berembus perlahan, tapi lebih dari cukup untuk membuat daun-daun dari setiap pohon muda bergoyang, bergerak-gerak seakan meminta tolong, dan melambai-lambai seolah memberi pertanda. Betapa perlunya upaya tindaklanjut dari kegiatan penanaman pohon. Layaknya makhluk hidup lain, pohon-pohon muda yang dipindahkan dari media tumbuh sebelumya ke media tumbuh barunya mengalami stress akibat sebagian akarnya putus. Agar tidak menjadi layu dan akhirnya mati, pohon-pohon muda yang baru saja ditanam perlu dilakukan penyiraman dan selanjutnya dipelihara hingga bisa survive dan berkembang.

Pada pagi menjelang siang itu, matahari merayap naik dan memancarkan panasnya ke bumi. Sinarnya mulai terasa menyengat kulit orang-orang yang baru saja selesai melakukan penanaman pohon. Perlahan-lahan orang-orang pun beranjak pergi dari lokasi penanaman, meninggalkan pohon-pohon muda dengan segala pertandanya. Semenjak isu perubahan iklim akibat pemanasan global ramai diperbincangkan, banyak kegiatan penanaman pohon dalam bentuk seremonial, seperti halnya pada hari itu. Fenomena ini baik sebagai ajang kampanye menanam kepada publik.

Upaya memasyarakatkan penanaman pohon yang juga sangat penting adalah awareness masyarakat akan pentingya peranan pohon dalam kehidupan. Partisipasi aktif masyarakat sangat penting, terutama dalam memulihkan kembali lahan-lahan kritis yang tidak produktif, khususnya yang berada di luar kawasan hutan seperti padang alang-alang dan tanah-tanah terlantar. Penanaman pohon di lahan ini akan dapat mengembalikan fungsi tanah sebagai unsur produksi, media pengatur tata air dan perlindungan tanaman, serta berbagai peranan pohon.

Pohon sangat berperan dalam kehidupan. Sebuah pohon dapat menghasilkan oksigen hingga 1,2 kg per hari; membuat teduh/sejuk dengan menyerap panas delapan kali lebih banyak; menjaga kelembaban dengan menguapkan air hujan ke atmosfir; dan memperbaiki struktur tanah. Pohon juga memiliki peran penting bagi upaya penurunan emisi karbon, karena pohon mampu menyerap karbondioksida yang sangat banyak, kemudian memecahnya melalui proses fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Upaya ini akan memiliki pengaruh yang nyata apabila pohon-pohon yang ada di dalam kawasan hutan dikelola secara lestari.

Setelah mengikuti kegiatan penanaman pohon dalam bentuk seremonial, siang harinya saya menghadiri sebuah undangan rapat di salah satu kantor. Sesaat sebelum agenda pembahasan rapat dimulai, salah seorang teman yang pada pagi tadi mengikuti kegiatan penanaman, mengatakan bahwa menanam pohon merupakan pekerjaan yang tidak sulit, namun menumbuhkan pohon merupakan pekerjaan yang tidak gampang. Teman yang lain mengatakan bahwa, kalau yang menanam pohon para rimbawan mestinya sih tumbuh. Mendengar pernyataan di atas, teman-teman yang lain akhirnya ikut memberikan komentar. Tidak semua yang mereka katakan bisa saya rangkum, namun intinya adalah mereka berharap pohon-pohon tidak sekedar ditanam, tapi juga bisa tumbuh.

Semoga saja, dengan menyimak pertanda dari daun-daun pohon muda, pohon-pohon yang banyak ditanam berhasil tumbuh dengan subur, sehingga Indonesia tidak saja berhasil melakukan penanaman satu milyar pohon, tapi juga berhasil menumbuhkannya.

Iklan

31 responses to “Menumbuhkan Satu Milyar Pohon

  1. dhe belum pernah nanem pohon mas.. dirumah yang suka nanem pohon ayah, dhe cuma bagian nyiramin aja.. hmm, tapi itu sudah lebih baik kan daripada tidak ada gerakan sama sekali?? hehe #membeladiri ๐Ÿ˜€

  2. faktanya memang demikian Bang Noer, gerakan penanaman pohon lebih sering hanya sekedar seremoni (atau bahkan sekedar cari muka ๐Ÿ‘ฟ ) sedangkan kegiatan lanjutan (pemeliharaan) justru malah diabaikan ๐Ÿ‘ฟ ๐Ÿ‘ฟ

    saya hanya punya sedikit saran : jika pembaca memiliki sedikit lahan, silakan tanami dengan pohon, minimal satu pohon.

  3. Menumbuhkan …. ada sebuah proses yang bukan kegiatan sesaat. Dulu ada budaya menanam dan menumbuhkan pohon sebagai penanda kelahiran anak, penyerap CO2nya tumbuh bersama sang anak. Salam

  4. Alhamdulillah,kalau di daerah saya masyarakatnya suka menamam pepohonan mas,terutama pohon mangga sebagai ciri khas Indramayu..

  5. Saya sampai sekarang belom nanem pohon 1 pun. Rumah saya ga ada pekarangan. begitu buka pintu 2 meter langsung jalan. tanahnya di paving lagi.
    kalo nanem di tanaman hias bisa ngurangi global warming juga ga Pak Noer?

    • Menurut saya biarpun kecil tetap bisa ngurangi juga mbak. Kayak uang satu milyar, kalo seandainya kita tambah atau kurangi seribu perak nilainya kan bukan lagi satu milyar, gimana? ๐Ÿ™‚ .

  6. andai saja banyak yang hobi berkebun di sana ya mas, kayak di sini hampir 50 % penduduknya punya hobi itu, sudah jadi gaya hidup , pasti lingkungan akan jadi hijau di mana mana ๐Ÿ˜›

  7. Semoga satu milyar pohon tersebut benar-benar mampu mengurangi pemanasan global ini. ๐Ÿ™‚

  8. Menanam, menumbuhkan kemudian menghasilkan, tetapi biasanya yang bisa berbuah dan dipetik harus memerlukan perawatan ekstra ya Pak biar gak sia-sia. Yang terpenting kesadaran masyarakat dulu akan pentingnya pohon dan hutan untuk kelangsungan hidup.

  9. Kalau tanahnya memungkinkan, hendaknya pohon-pohon tersebut tak cuma berfungsi sebagai pelindung ya Pak, tapi juga menghasilkan buah agar bisa dinikmati masyarakat. Saya jarang melihat pohon2 yg ditanam dalam gerakan penghijauan adalah pohon2 produktif alias buahnya bisa dipetik seperti apel atau jambu atau nangka. Kira2 kenapa ya Mas Noer?

    • Biasanya karena ingin menghasilkan pohon yg besar sih mbak, maka yg banyak ditanam yg akarnya kuat, bisa tumbuh di mana saja, tahan air dan cepet besar. Tapi sebenarnya kegiatan penghijauan dgn pohon2 produktif ada juga sih mbak, dlm istilah kehutanan ini disebut tanaman serbaguna (mpts).

  10. ternyata mangfaat pohon itu sangat banyak… suka nanam pohon tapi hanya sekedar di pekarangan rumah hehe…

    “namun intinya adalah mereka berharap pohon-pohon tidak sekedar ditanam, tapi juga bisa tumbuh.”
    nah ini yang susah,, 4 dari 5 cangkokan jambu air yang saya bagikan sama yang minta, yang 4 mati yang numbuh cuma 1 waduhh…

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s