Konservasi Alam

Menuju Pencapaian Pengelolaan Hutan Secara Lestari di Provinsi Sulawesi Tengah

Situasi pengelolaan kawasan hutan negara di lapangan yang secara de facto open access  menjadi penyebab berbagai kelemahan dan kegagalan pelaksanaan program pembangunan kehutanan. Kenyataan ini mendorong komitmen para pihak untuk memulai membentuk institusi pengelola hutan di tingkat tapak dalam bentuk unit-unit Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). KPH merupakan wilayah pengelolaan hutan sesuai fungsi pokok dan peruntukannya yang dikelola secara efisien dan lestari. Dalam mengimplementasikan sistem ini, seluruh kawasan hutan akan terbagi dalam wilayah-wilayah KPH, serta akan menjadi bagian dari penguatan sistem pengurusan hutan nasional, provinsi, kabupaten/kota. KPH meliputi KPH Konservasi (KPHK), KPH Lindung (KPHL), KPH Produksi (KPHP), dimana dalam satu wilayah KPH, dapat terdiri lebih dari satu fungsi pokok hutan, dan penamaannya berdasarkan fungsi hutan yang luasnya dominan.

Untuk memperbaiki pengelolaan kawasan hutan, di Provinsi Sulawesi Tengah telah ditetapkan sebanyak 21 wilayah unit Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP). Wilayah KPH di Provinsi Sulawesi Tengah seluas ± 3.199.08 ha, yang terdiri dari KPHL sebanyak 5 unit seluas ± 717.427 ha, dan KPHP sebanyak 16 unit seluas ± 2.481.659 ha.

Pembangunan KPH di Provinsi Sulawesi Tengah, diawali dengan pembentukan KPH Dampelas Tinombo sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD). KPH Dampelas Tinombo merupakan KPH model yang dibentuk di Provinsi Sulawesi Tengah. Pembangunan KPH model ini merupakan bentuk awal organisasi KPH sesuai dengan tipologi wilayah setempat, yang secara bertahap didorong untuk berkembang sesuai dengan siklus pertumbuhan organisasi. Dengan demikian KPH Model sebagai strategi pendekatan bertahap pembentukan kelembagaan KPH, ditempatkan sebagai wujud awal dari KPH yang secara bertahap dikembangkan menuju situasi dan kondisi aktual KPH di tingkat tapak, yang diindikasikan antara lain oleh suatu kemampuan menyerap tenaga kerja (antara lain personel organisasi KPH), investasi, memproduksi barang dan jasa kehutanan yang melembaga dalam sistem pengelolaan hutan secara lestari dan efisien.

Pembentukan KPH merupakan peluang resolusi konflik, dimana sebagai organisasi tapak, KPH dapat berkemampuan menggali potensi sekaligus pemetaan sosial ekonomi masyarakat, menjalin interaksi dan komunikasi intensif, sekaligus menggali alternative solusi sesuai kebutuhan di masyarakat.

Dalam rangka pengelolaan sumber daya hutan secara optimal dan berkeadilan, KPH berperan dalam melakukan pemberdayaan masyarakat setempat melalui skema Hutan Desa (HD), Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR).

Keberadaan KPH juga mempunyai nilai strategis bagi kepentingan nasional, antara lain mendukung komitmen pemerintah terkait isu pemanasan global, yaitu dengan menurunkan emisi karbon sebesar 26% pada tahun 2020 (dimana 14% adalah sumbangan sektor kehutanan), karena implementasi sistem KPH dapat mempercepat tercapainya pengelolaan hutan secara lestari pada kawasan hutan produksi dan hutan lindung. Pencapaian pengelolaan hutan lestari dapat meningkatkan kemampuan hutan menyerap karbon yang sejalan dengan upaya-upaya mitigasi perubahan iklim. Upaya ini diimplementasikan melalui skema REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus), dimana dalam pelaksanaannya memperhatikan hak-hak masyarakat adat dan lokal.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

One thought on “Menuju Pencapaian Pengelolaan Hutan Secara Lestari di Provinsi Sulawesi Tengah

  1. Semoga hutan indonesia akan tetap terjaga kelestariannya.

    Posted by yadibarus | 12 Juni 2012, 00:18

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: