Konservasi Alam

Proses Pemahaman Masyarakat Pada PADIATAPA REDD+ Sulawesi Tengah

Untuk menjamin pemenuhan hak masyarakat adat dan atau lokal, maka Persetujuan Atas dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA) telah menjadi mandat kesepakatan internasional yang mewajibkan pelaksanaan Program REDD+ memenuhi hak masyarakat adat dan atau lokal. Dengan demikian, masyarakat adat dan atau lokal yang akan menerima dampak dari implementasi REDD+ diposisikan sebagai subjek utama dalam PADIATAPA, terutama sekali yang kehidupannya tergantung pada sumberdaya hutan. PADIATAPA dilakukan melalui konsultasi antara project proponent dengan masyarakat di tingkat tapak, untuk memutuskan jenis kegiatan yang akan berlangsung dalam wilayah mereka. Oleh karena itu, PADIATAPA merupakan sebuah metodologi pengambilan keputusan sekaligus proses peningkatan kapasitas masyarakat.

Sebagai proses peningkatan kapasitas masyarakat, PADIATAPA tidak dapat dilakukan secara singkat, beberapa tahapan perlu dilalui. Tahapan pelaksanaan PADIATAPA sebagaimana draft panduan yang telah disusun oleh Pokja IV REDD+ Sulawesi Tengah, terdiri dari: (1) ) Sosialisasi Awal; (2) Identifikasi Komunitas; (3) Penyiapan instrument; (4) Penetapan fasilitator; (5) Peningkatan kapasitas instrument; (6) Sosialisasi Substansi dan Prosedur; (7) Proses pemahaman masyarakat; (8) Pengambilan keputusan; (9) Verifikasi hasil pelaksanan FPIC; (10) Sosialisasi Hasil Kesepakatan; (11) Monitoring dan Evaluasi; (12) Penanganan komplain.

Dalam tahapan proses pemahaman masyarakat, upaya peningkatan kapasitas masyarakat tidak cukup sekedar dilakukan melalui pendekatan konvensional seperti pelatihan atau sosialisasi semata. Melainkan perlu dilakukan melalui pendekatan belajar bersama, dalam hal ini pihak luar terbatas hanya sebagai fasilitator yang memfasilitasi agar masyarakat melakukan penilaian terhadap kebutuhannya sendiri (self assassemen capacity). Berdasarkan hasil diagnosa  ini, peningkatan kapasitas masyarakat kemudian dilakukan.

Pengalaman pemberian pemahaman masyarakat pada uji coba Panduan PADIATAPA yang dilaksanakan di Desa Lembah Mukti Kabupaten Donggala – di wilayah KPH Dampelas Tinombo – pada beberapa bulan yang lalu cukup memberikan masukan untuk perbaikan panduan. Pada proses pemahaman masyarakat tujuan yang ingin dicapai adalah masyarakat memahami tujuan, dampak dan manfaat rencana program REDD+; peran masing-masing stakeholders; dan mekanisme komplain. Dengan metode yang digunakan adalah Fokus Group Discussion (FGD); dan  pembagian leaflet, brosur, cergam, dan film animasi. Adapun alat dan bahan meliputi kertas plano, kertas HVS, spidol (besar dan kecil, berbagai warna), bolpoint, papan tulis, leaflet, brosur, cergam, film animasi.

Proses yang dilakukan meliputi: (1) Mengumpulkan data dan informasi sekunder dilakukan dengan studi literatur terhadap monografi desa, laporan desa dan hasil penilaian awal dari identifikasi masyarakat. (2) Menggali informasi secara personal pada tokoh masyarakat (key person), dalam pertemuan informal sebagai pintu awal dari proses. (3) Menyiapkan bahan presentasi dengan melibatkan masyarakat. (4) Melibatkan secara penuh anggota masyarakat dalam pemahaman terhadap program REDD+, dengan mempertimbangkan aspek gender dan pemuda. (5) Melakukan serial pertemuan terpisah dengan masyarakat, yang terdiri dari beberapa dusun (Fokus Group Discussion). (6) Menjelaskan tujuan, dampak & manfaat rencana program REDD+ (tujuan, dampak dan manfaat); Termasuk menjelaskan materi leaflet, brosur, cergam, dan film animasi. (7) Melakukan penjelasan dengan bahasa yang sesuai dengan kebiasaan dan budaya yang ada. (8) Membagikan leaflet, brosur, cergam, film animasi,  dll. (9) Menyampaikan penjelasan secara konsisten, seragam, lengkap dan jelas. (10) Melakukan proses pemahaman dengan tidak terburu-buru, karena pada saat ini kesempatan fasilitator untuk memberikan kesan mudah dan menyenangkan. (11) Setelah masyarakat paham terhadap program REDD, fasilitator memfasilitasi masyarakat menuju proses perundingan dan pengambilan keputusan.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

3 thoughts on “Proses Pemahaman Masyarakat Pada PADIATAPA REDD+ Sulawesi Tengah

  1. berkunjung sore2.. sepertinya wajah baru nie pak nur..

    Posted by hijaukubumiku | 8 Juni 2012, 16:16
  2. Semoga saja mendapatkan hasil yang terbaik mas, ngeri juga kalau sampai terjadi kesalahpahaman diantara yang bersangkutan….selamet…selamet..selamet……

    Posted by m-amin | 7 Juni 2012, 14:12
  3. proyek apapun yang dilakukan terhadap lingkungan memang harus melibatkan langsung masyarakat ya.

    Posted by ysalma | 7 Juni 2012, 10:07

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: