Konservasi Alam

Asal Mula Es Kolang-Kaling

Es kolang-kaling, rasanya yang manis dan menyegarkan sangat enak untuk dinikmati, apalagi jika diminum dalam kondisi cuaca yang panas. Biasanya minuman ini akan lebih banyak kita jumpai ketika bulan puasa. Pada bulan ini minuman yang telah lama dikenal oleh masyarakat secara luas, menjadi salah satu menu favorit banyak orang ketika berbuka puasa. Kalau es kolang-kaling telah banyak dikenal secara luas oleh masyarakat, namun bagaimana dengan asal-usulnya, apakah juga telah banyak dikenal secara luas oleh masyarakat?.

Ternyata, kolang-kaling merupakan salah satu produk yang berasal dari sebuah pohon yang bernama aren. Selain menghasilkan kolang-kaling, hampir semua bagian atau produk tanaman ini dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi. Akar pohon ini dapat dimanfaatkan untuk obat tradisional, batangnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bagunan ataupun peralatan, dan daunnya digunakan sebagai pembungkus makanan.

Aren termasuk suku Aracaceae (pinang-pinangan). Batangnya tidak berduri, tidak bercabang, tingginya dapat mencapai 25 meter dan diameter pohon dapat mencapai 65 centimeter. Secara fisik, pohon aren hampir mirip dengan pohon kelapa. Perbedaannya, jika pohon kelapa batang pohonnya bersih (pelepah daun yang sudah tua mudah lepas), sebaliknya batang pohon aren kelihatan ngeres dengan berbalut ijuk karena pelepah daun yang sudah tua sulit lepas dari batangnya. Karena itu, biasanya batang pohon aren ditumbuhi oleh banyak tanaman jenis paku-pakuan.

Kolang-kaling merupakan produk yang berasal dari inti biji buah aren yang setengah masak. Tiap buah aren mengandung tiga biji buah. Buah aren yang setengah masak, kulit biji buahnya tipis, lembek dan berwarna kuning. Inti biji (endosperm) berwarna agak bening dan lembek. Endosperm inilah yang diolah menjadi kolang-kaling.

Untuk membuat kolang-kaling, dua cara yang biasa digunakan adalah: (1) Membakar buah aren dengan tujuan agar kulit luar dari biji dan lendir yang menyebabkan rasa gatal pada kulit dapat dihilangkan. Biji-biji yang hangus dibersihkan dengan air sampai dihasilkan inti biji yang bersih. (2) Merebus buah aren dalam belanga/kuali sampai mendidih selama 1-2 jam. dengan merebus buah aren ini, kulit biji menjadi lembek dan memudahkan untuk memisahkannya dengan inti biji. Kemudian, inti biji dicuci berulang-ulang sehingga menghasilkan kolang-kaling yang bersih.

Agar kita dapat terus menikmati segarnya kolang-kaling, maka kewajiban kita untuk peduli terhadap kelestarian hutan karena secara umum pohon aren tumbuh subur di dalam kawasan hutan. Semoga dengan pengetahuan sederhana tentang asal mula kolang-kaling ini, bisa menambah kenikmatan kita saat menyantap es kolang-kaling bersama keluarga atau teman-teman.

Bagaimana sobat, kapan terahir menikmati es kolang-kaling?.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

17 thoughts on “Asal Mula Es Kolang-Kaling

  1. wahhh terimakaih ya untuk pengetahuannya😀
    terimakasih😉

    Posted by obatdiabetesalamijg.com | 18 Desember 2015, 09:38
  2. info yang sangat menarik, terimakasih😉

    Posted by mobil datsun bandung | 2 April 2015, 12:13
  3. saya baru tau ternyata kolang kaling itu berasal dari pohon aren, thx ya infonya😉

    Posted by ace maxs | 9 Juni 2014, 10:46
  4. sy pingin mengembangkan pembuatan kolang kaling…..kebetulan sy punya binaan kelompok tani aren yg selama ini hanya mengelola gula merah……mhn berikan kami info dimana tempat magan/praktek langsung ttg pembuatan kolang kaling….

    Posted by Anonim | 31 Mei 2013, 11:11
  5. Kolang-kaling mantep disajikan saat berbuka puasa. Sebentar lagi pamornya naik ya mas, bulan puasa sudah didepan mata.😀

    Posted by kips | 29 Juni 2012, 11:01
  6. Wah ternyata prosesnya lumayan ribet juga yah? Yang kita tau ketika sudah berada di pasar ataupun warung-warung yang siap di olah menjadi minuman yang enak. Atau malahan kita hanya tau ketika sudah disajikan menjadi minuman ketika berbuka puasa🙂

    Posted by Sholihin (@zholieh) | 25 Juni 2012, 14:16
  7. Es kolang kaling memang jadi promadona di saat sedang dahaga setelah kepanasan, hehe… apalagi sebentar lagi bulan puasa, pastinya ga akan terlewatkan untuk menikmati hidangan pembuka es kolang kaling😀

    Posted by Lirik Lagu Indonesia | 21 Juni 2012, 09:21
  8. jika ingin terus menikmati maka jaga kelestarian pohonnya….siiip

    Posted by Mila | 20 Juni 2012, 22:33
  9. HEmmm… in imerupakan salah satu daftar minuman kesukaan saya nhe… heee:D

    Posted by DeRie | 18 Juni 2012, 14:48
  10. ingat kolang kaling emang ingat ramadhan deh🙂

    Posted by Aulia | 18 Juni 2012, 12:58
  11. sebulan lagi puasa tentunya kita akan menjumpai banyak sekali kolang-kaling yg dijual di pasar…

    Posted by bensdoing | 18 Juni 2012, 12:20
  12. wah,
    kalo saya gag pernah menikmati es kolang – kaling nih..
    gmna ya rasany???

    Posted by Admin Yogix Tutorial - Yogix | 18 Juni 2012, 09:15
  13. getahnya itu gatal, dan katanya kalau enggak dimasak dengan benar, kolang-kalingnya juga akan gatal😀, disdesaku banyak itu ehehe..

    Posted by Inuel | 18 Juni 2012, 00:57
  14. Mengusahakan kolang-kaling itu sukar..Tapi di pasar harganya murah sekali. Agak beda kalau dikemas cantik dan moderen…:)

    Posted by Evi | 17 Juni 2012, 21:27
  15. wah baru tahu nih mas asal mula kolang kaling, trims ya
    terakhir makan kolang kaling kalengan mas, yg kubeli dr toko asia , import dr thailand

    Posted by Ely Meyer | 17 Juni 2012, 20:55
  16. menikmati kesegarannya, semoga kita semakin menghargai keberadaannya, perajin kolang-kaling bergelut dengan asam oksalat tuk menghasilkan buah mulusnya. salam

    Posted by prih | 17 Juni 2012, 20:07
  17. Saya makan kolang-kaling klo beli sup buah, yummy. Sepertinya ribet cara buat kolang-kalingnya.

    Posted by lovetiffa | 17 Juni 2012, 18:03

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: