Konflik Petani dengan Monyet

Monyet hitam (Macaca tonkeana) menurut IUCN Redlist termasuk dalam status vulnerable (rentan), artinya jenis monyet ini menghadapi resiko kepunahan di alam liar pada waktu yang akan datang. Oleh karena itu, jenis monyet ini oleh PP No. 7 Tahun 2009 dimasukan dalam daftar satwa yang dilindungi. Berbeda dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, masyarakat mengangap Macaca tonkeana merupakan hama tanaman. Pasalnya, monyet ini berkeliaran di kebun masyarakat dan bahkan ada yang masuk ke perkampungan untuk mencari makan. Di kebun, monyet memakan buah tanaman kakao yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat. Monyet juga tidak lagi takut kepada manusia. Ketika diusir agar pergi dari kebun, monyet akan melawan atau pura-pura lari dan setelah dibelakangi oleh petani, monyet akan masuk kebun kembali.

Masyarakat menceritakan bahwa berkeliarannya monyet di kebun mereka, terjadi semenjak berakhirnya program pemberian makan terhadap monyet yang berada di kawasan konservasi. Masyarakat mengatakan bahwa efek program pemberian makan kepada monyet di kawasan hutan menyebabkan ketergantungan pada pemberian makanan; juga merubah perilaku monyet menjadi semakin pintar dan tidak lagi takut kepada manusia.

Konflik antara petani dengan satwa di atas, dialami oleh Masyarakat Desa Toboli Barat, salah satu desa yang berbatasan dengan kawasan hutan konservasi Cagar Alam Pangi Binangga. Secara administratif, desa ini berada di wilayah Kecamatan Parigi Utara – Kabupaten Parigi Moutong – Provinsi Sulawesi Tengah.

Belum ada penelitian khusus yang mengkaji penyebab terjadinya konflik antara petani dengan monyet yang terjadi di Desa Toboli Barat. Namun, beberapa peristiwa serupa di desa-desa lain di Indonesia, dapat menjadi referensi dalam melakukan analisis. Di beberapa tempat, konflik antara manusia dengan satwa liar sebagian besar disebabkan karena kawasan hutan yang menjadi habitat satwa mengalami kerusakan akibat pembalakan liar. Demikian pula halnya di Toboli Barat, diduga penyebab utama monyet berkeliaran di kebun masyarakat dikarenakan telah terjadi perusakan alam oleh manusia sendiri.

Untuk meminimalisir konflik antara petani dengan monyet, diperlukan dukungan para pihak. Wujud nyata dari upaya ini perlu dilakukan beberapa kegiatan, misalnya, (1) berbagai pihak berpartisipasi dalam pencegahan dan pemberantasan pembalakan liar; (2) unit pengelola kawasan perlu melakukan restorasi kawasan yang rusak, memberi makan monyet kembali sebagai upaya jangka pendek, dan melakukan penanaman pohon-pohon yang menjadi sumber makanan monyet sebagai upaya jangka panjang; (3) dari sisi petani sendiri, perlu melakukan penanaman pisang di sekeliling kebunnya untuk mengalihkan sasaran monyet agar tidak memakan buah kakao yang memiliki harga jauh lebih mahal ketimbang pisang.

Dengan meminimalisir konflik antara manusia dengan satwa liar, mudah-mudahan upaya konservasi keanekaragaman hayati yang dilakukan di kawasan-kawasan konservasi dapat terlaksana dengan baik.

Iklan

22 responses to “Konflik Petani dengan Monyet

  1. sebenarnya pemerintah indonesia harus buka mata.kita semua bisa hiduptu dari hasil kebun coba di pikirkan dong .bagaimana kalo petani ngga kerja kebun lagi darimanakah hasil pangan kita .bisa bisa kita jadi kelaparan .memang punya uang untuk beli tapi kalau sumberya ngga ada.pem indo harus malu bahwa negarakita itu negara agraris .klo tanpa cmpr tangan pem memang ngga bisa .jangan maraya bapak ibu pem.cara saya pake dalmi .sore hari sa lihat dimana monyet tdr .mlm sa ledak saja disitu .biar rusak semuanya.

  2. SAYA SANGAT BERTERIMAKASIH BANYAK KEPADA MBAH KARMOJO KARNA BERKAT BANTUANNYA SAYA YANG DULUNYA CUMA PENGUSAHA KECIL DAN SEBAGAI PENGUSAHA KECIL,SAYA SANGAT MEMBUTUHKAN YANG NAMANYA TAMBAHAN MODAL UNTUK USAHA..ALHAMDULILLAH ATAS BANTUAN MBAH KARMOJO KINI USAHA SAYA MAKIN BERKEMBAN DAN SAYA TIDAK PERLU LAGI PINJAM UANG DI BANK YANG PENUH RESIKO,KINI HANYA DENGAN MELAKUKAN “TRIK RAHASIA” MBAH KARMOJO SAJA SAYA BISA MENAN 4D NYA YAITU 2199 DAN DENGAN PENUH HARAPAN SAYA YANG DULUNYA SELALU MENCARI-CARI TAMBAHAN PENGHASILAN DAN SECARA TIDAK SEGAJA SAYA MENEMUKAN BEBERAPA KOMENTAR TENTANG MBAH KARMOJO DI INTERNET,KARNA PENASARAN AKHIRNYA DENGAN SISA UANG SAYA YANG TINGGAL SEDIKIT DAN SAYA JUGA MENGIKUTI SARAN MBAH KARMOJO DAN SYUKUR ALHAMDULILLAH BERHASIL,,JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA SILAHKAN HUBUNGI MBAH KARMOJO DI 0823-2825-4444 NOMOR RITUAL MBAH KARMOJO MEMAN TIDAK ADA DUANYA.??????/

  3. Baru sempat berkunjung, dapet sajian menarik tentang konflik diatas.
    Jadi inget semasa SD sering melihat monyet ngambil makanan dikebun samping sekolah hehe..

  4. ini dampak yg luar biasa, gajah, harimau, babi, sudah kerap turun hutan pasti berawal dari hutan mulai diusik. perlu tanggung jawab sosial dari atas sampai bawah

  5. Wah, mengerikan juga ya mas nur…layaknya manusia saja. Harus hati-hati nich kalau kita bepergian ke sana, agar tidak dikeroyok simonyet. Sory mas baru dapat kunjung, banyak aktifitas offline kali.

  6. Salam hangat mas Noer, lama sekali tidak berkunjung …
    Peristiwa ini juga pernah terjadi di daerah saya mas noer, ketika salah satu tempat wisata di Malang yang dikenal banyak monyetnya tidak diurusi petugas dan kurangnya makanan, tak dapat dihindari monyet2pun mengambil makanan dari rumah warga terdekat.

  7. Monyet juga butuh makan,kalau di habitatnya sudah tidak di temui sumber makanan, ya mau kemana lagi …

    Penanaman kembali tumbuhan penghasil sumber makanan, kiranya salah satu solusi terbaik. Salam

  8. Para petani yg tingkat amarahnya sudah diatas stadium tinggi ats tanaman palawija mrka yg dirusak tdk akan ingat akan PP atau istilah konservasi, kalau dipikir2, keduanya sama2 salah dan sama2 benarnya…,, mereka hanya berusaha mempertahankan hidup demi kelangsungan keturunan masing2 🙂

    Hidup kian hari makin keras aja mas Noer 😀

  9. Semestinya antara monyet dan manusia bisa hidup berdampingan, namun karena habitat monyet terganggu ulah manusia shg akhirnya mengganggu para petani, padahal yg merusak habitat bukan petani tapi orang berduit………

  10. Nasib petani di negeri kita memang menyedihkan. Sudah kurang perhatian dari pemerintah, dijerat tengkulak, konflik dengan tuan tahah dan aparat, eh masih ditambah dengan konflik dengan monyet. Dasar monyet !!! Salam kang Noer. Maar komentar rada ngawur

  11. Memperebutkan ladang untuk perut bukan terjadi di jakarta saja, tapi juga dimasyarakat daerah dan anehnya bukan manusia dgn. manusia. Tapi manusia dgn. hewan. Nah karena manusia lebih pinter, maka saran Bang NoeR ditujukan kepada manusia bukan hewan. Saya setuju dan dukung saran Bang Noer.. Hai para manusia yg. berkaitan dgn. ini perhatikan ini…

  12. Yah begitu lah kalau alam dintervensi ya Mas. Monyet yang seharusnya tahu cara mencari makan, rumahnya kita tempati lalu mereka kita kasih makan. Siapa yang perlu disalahkan kalau begitu ya?

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s