Konservasi Alam

Desa Konservasi

Desa AdatHutan konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Agar kawasan Tahura secara optimal dapat berperan sesuai dengan fungsinya, maka pengelolaannya  harus dilakukan secara efektif. Namun demikian, dari pengalaman di masa lalu, pengelolaan hutan tanpa melibatkan masyarakat ternyata tidak memberikan hasil yang optimal. Gangguan terhadap hutan tidak hanya terjadi di hutan produksi dan hutan lindung tetapi juga di kawasan konservasi. Meski bukan penyebab utama, salah satu penyebab gangguan tersebut timbul dari masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Hal ini disebabkan sebagian masyarakat di sekitar kawasan konservasi kehidupannya masih tergantung terhadap keberadaan kawasan.

Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2011, mengamanatkan bahwa pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota harus memberdayakan masyarakat di sekitar kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya. Pemberdayaan masyarakat meliputi pengembangan kapasitas masyarakat dan pemberian akses pemanfaatan kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam. Salah satu upaya pemberdayaan masyarakat diantaranya dilakukan melalui pengembangan desa konservasi.

Desa Konservasi adalah desa di daerah penyangga kawasan konservasi yang ditetapkan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis setempat, berkoordinasi dengan pemerintah daerah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dan perilaku masyarakatnya sesuai dengan kaidah-kaidah konservasi. Sedangkan Model Desa Konservasi adalah desa yang dijadikan model/contoh bagi desa lain di sekitar kawasan hutan konservasi dalam upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan konservasi, dengan memperhatikan aspek konservasi, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat setempat serta akan menjadi contoh dalam pemberdayaan masyarakat di tempat lainnya.

Sasaran kegiatan pengembangan desa konservasi antara lain desa-desa konservasi termasuk di dalamnya kelurahan, kampung, nagari atau pakraman yang berada di daerah penyangga kawasan konservasi. Sedangkan tujuan kegiatan pengembangan desa konservasi, yaitu: (a) meningkatkan pendapatan dan mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat melalui pengembangan desa konservasi; (b) memberdayakan kelompok masyarakat dengan pengembangan aktivitas atau usaha berbasis hayati sesuai potensi lokal.

Jenis kegiatan pengembangan Desa Konservasi sebagaimana Permenhut  No. P.67/Menhut-II/2011, meliputi: (1) penguatan kapasitas masyarakat; (2) pembentukan, pembinaan, penguatan kapasitas kelompok; dan (3) penggalian dan pengembangan aktivitas atau usaha berbasis hayati.

Penguatan kapasitas masyarakat

Penguatan kapasitas masyarakat merupakan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis, manajemen, kewirausahaan dan keterampilan masyarakat dalam bidang usaha menuju kemandirian. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis meliputi aspek lingkungan dan konservasi alam. Penguatan kapasitas, peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis diperuntukkan antara lain bagi kelompok warga masyarakat setempat, perorangan seperti petani, nelayan maupun kelompok atau komunitas yang tergabung dalam koperasi desa, kader konservasi, kelompok pencinta alam, atau pengamat satwa liar.

Pembentukan, pembinaan, penguatan kapasitas kelompok

Pembentukan, pembinaan, penguatan kapasitas kelompok dapat berupa peningkatan pengetahuan dan ketrampilan serta pengembangan potensi desa untuk mencapai tujuan bersama. Dalam hal kelompok atau komunitas telah ada dan sudah mempunyai aktivitas, maka dilakukan pembinaan atau penguatan kapasitas untuk meningkatkan kualitas dan perluasan aktivitas.

Penggalian dan pengembangan aktivitas atau usaha berbasis hayati

Penggalian dan pengembangan aktivitas atau usaha berbasis hayati diperuntukkan dalam rangka pelaksanaan pengembangan desa konservasi. Untuk mewujudkan pelaksanaan pengembangan desa konservasi dapat diberikan alternatif kegiatan kepada masyarakat berupa usaha :

  1. penangkaran tumbuhan dan satwa antara lain anggrek, kantong semar, ikan arwana, ular dan burung;
  2. budidaya antara lain tanaman obat, gaharu, bambu, rotan, lebah madu, ulat sutera, rumput laut, teripang;
  3. jasa pariwisata alam antara lain pemandu wisata, penginapan, jasa penyedia makanan, transportasi dan cendera mata.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: