Konservasi Alam

Hutan Luas Bagi Kehidupan dan Penghidupan

noerdblog-bangkepLuas daratan Propinsi Sulawesi Tengah adalah 6.330.466,82 Ha, dimana 4.394.932 Ha merupakan kawasan hutan yang didasarkan pada SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. SK. 757/Menhut-II/1999 tanggal 23 September 1999 tentang Peta Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan Provinsi Sulawesi Tengah. Komposisi hutan dikelompokan menjadi Hutan Produksi (33 %), Hutan Lindung (22 %), Hutan Konservasi berupa KSA/KPA (10 %) dan Areal Penggunaan Lain (APL) (35 %). Secara khusus Hutan Konservasi yang berupa Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam mempunyai luas 676.248 Ha dikelola oleh 3 UPT Kementerian Kehutanan yakni Balai KSDA Sulawesi Tengah (6,9 %), Balai Besar TN Lore Lindu (3 % Ha) dan Balai TN Kepulauan Togean (0,1 % kawasan darat) dari kawasan hutan yang ada di Propinsi Sulawesi Tengah.

Agar fungsi utama hutan sebagai penjaga keseimbangan alam terjaga, maka eksistensinya harus tetap dipertahankan melalui pengaturan fungsi hutan. Untuk itu, penetapan hutan dilakukan berdasarkan fungsi hutan yang meliputi hutan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi dengan masing-masing luas sebagaimana di atas. Hutan sebagai sumber penghasil berupa kayu dapat dilakukan pada hutan produksi. Sedangkan hutan konservasi dan hutan lindung berfungsi sebagai kawasan lindung yang memiliki fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber alam, sumber daya buatan dan nilai sejarah serta budaya bangsa guna kepentingan pembangunan berkelanjutan.

Selain berfungsi ekonomi, hutan menempati fungsi yang sangat penting dalam terciptanya keseimbangan ekosistem dan sebagai salah satu penentu sistem penyangga kehidupan. Dalam terciptanya keseimbangan ekosistem, hutan memiliki peran yang paling menentukan untuk kehidupan berbagai makhluk hidup. Hutan merupakan habitat bagi tumbuh dan berkembangnya keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. Terdapat ribuan jenis tumbuhan, satwa maupun mikroba yang hidup secara alami di hutan. Oleh karena itu, Indonesia terkenal sebagai salah satu negara yang mempunyai megadiversity jenis hayati dan merupakan megacenter keanekaragaman hayati dunia.

Sedangkan dalam kedudukannya sebagai salah satu penentu sistem penyangga kehidupan, hutan memberikan manfaat yang besar dalam mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah. Hutan juga berperan sebagai penyerasi dan penyeimbang lingkungan global, melalui fungsi klimatologis dan sumber oksigen yang sangat potensial bagi seluruh makhluk yang ada di bumi. Kondisi hutan yang terpelihara dengan baik, diprediksi mampu mensuplai kebutuhan oksigen dan berperan dalam pencegahan pemanasan global dengan menyerap karbondioksida dari atmosfir.

Karena hutan memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan dan penghidupan, maka keberadaannya harus terus dilestarikan. Mari kita jaga dan lestarikan hutan

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: