Konservasi Alam

Pemangku Kepentingan di Desa Sekitar Tahura Sulteng

Tahura - NoerDblogBeberapa para pemangku kepentingan dalam upaya pembangunan kehutanan di desa-desa sekitar Taman Hutan Raya (Tahura) Sulawesi Tengah yang dianggap penting diantaranya beberpa lembaga yang meliputi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan lembaga adat desa serta para tokoh masyarakat desa. Para pemangku kepentingan lain diantaranya kelompok masyarakat yang memanfaatkan air sebagai sumber pengairan sawah maupun sebagai air bersih (MCK). Termasuk dalam pemangku kepentingan diantaranya juga adalah kelompok  masyarakat yang memiliki kebun di dalam kawasan.

Peran beberapa lembaga desa dalam upaya pembangunan kehutanan sangat besar. LPMD berperan dalam pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di desa. BPD  merupakan lembaga perwakilan rakyat yang ada di tingkat desa, dengan peran dalam pembuatan peraturan desa dan melakukan pengawasan terhadap pembangunan yang dilaksanakan di desa. PKK merupakan lembaga yang beranggotakan ibu-ibu yang berperan dalam pemberdayaan keluarga, diantaranya keasrian lingkungan rumah dan kesehatan lingkungan. Sedangkan lembaga adat desa dan tokoh masyarakat desa berperan dalam mengajak masyarakat untuk berpegang pada nilai atau norma hidup yang secara turun-temurun dianut oleh masyarakat.

Masyarakat yang memanfaatkan air sebagai sumber pengairan sawah dan sebagai air bersih (MCK), memiliki kepentingan yang besar terhadap keberadaan hutan. Sebab, kerusakan hutan akan berpengaruh terhadap ketersediaan sumber air, yang selanjutnya akan berdampak pada kerugian aspek kehidupan lainnya. Pada saat ketersediaan air berkurang, maka pada akhirnya yang akan mendapatkan kerugian secara langsung adalah masyarakat itu sendiri.

Sedangkan kelompok masyarakat yang memiliki kebun di dalam kawasan Tahura, merupakan salah satu pihak yang memiliki andil terjadinya kerusakan hutan. Dalam upaya pelestarian hutan, solusi yang bijak dalam upaya menyelesaikan masalah ketergantungan kelompok masyarakat terhadap kawasan Tahura menjadi sangat penting. Oleh karena itu, kelompok ini merupakan salah satu unsur pemangku kepentingan yang dapat berperan dalam melestarikan atau malah merusak hutan.

Tahura merupakan kawasan pelestarian alam yang ditetapkan untuk tujuan koleksi tumbuh-tumbuhan dan/atau satwa yang alami atau bukan alami, dari jenis asli atau bukan asli yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, penunjang budidaya tumbuhan dan/atau satwa, budaya, pariwisata, dan rekreasi.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007, secara umum pengelolaan kawasan konservasi merupakan kewenangan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kehutanan. Satu-satunya kewenangan provinsi terkait dengan kawasan konservasi adalah sebatas pengelolaan Tahura.

Provinsi Sulawesi Tengah memiliki Tahura seluas 7.128 Ha, terletak di lintas antara Kota Palu dan Kabupaten Sigi. TAHURA berada pada kondisi topografi datar, berbukit dan bergunung, dengan kemiringan 8 – 60 persen, dan  ketinggian 100 –  1.500 dari permukaan laut.

Beberapa potensi flora yang terdapat di Tahura Sulawesi Tengah diantaranya cendana (Santalum album), angsana (Pterocarpusindicus), nyatoh (Palaquium sp) dan kayu hitam (Diospyros celebica). Dengan  potensi fauna diantaranya burung tekukur hutan (Geopelia sp., Streptopelis sp), burung kakak tua jambul kuning (Cacatua sulphurea) dan biawak (Varanus salvator).

Guna mempertahankan potensi dan agar secara optimal dapat berperan sesuai dengan fungsinya, maka kepedulian masyarakat dan para pihak untuk menjaga dan melestarikan hutan akan memberikan pengaruh positif dalam pencapaian tujuan pengelolaan Tahura .

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: