Kontemplasi

Oleh-Oleh Buku dari Komodo Books

Suatu cerita dari negeri angin-Saat saya sedang mencari sebuah buku, tiba-tiba beberapa buku menjadi fokus pandangan saya. Buku-buku ini bukan yang sedari awal saya cari, namun setelah melihat buku-buku ini berjajar di antara deretan buku lainnya di lemari buku, akhirnya saya mengambil beberapa dari buku-buku itu, dan untuk sementara buku yang sedari awal saya cari jadi terabaikan. Beberapa buku yang dikategorikan dalam buku sajak, novel dan cerpen yang ada di lemari saya ini merupakan pemberian dari teman.

Bermula pada delapan bulan yang lalu. Saat itu, saya dan beliau ada di Bogor untuk mengikuti sebuah pertemuan terkait kegiatan reduksi emisi di bidang kehutanan. Seusai mengikuti kegiatan, pada malam hari saya mampir di kantor penerbitan buku yang dimilikinya di daerah Mekarsari – Depok. Dari buku-buku yang diterbitkannya, Komodo Books – nama perusahaan penerbitannya – nampaknya lebih memfokuskan pada penerbitan buku-buku sastra.

Karena ada di kantor sebuah penerbitan buku, tentu saja yang kami obrolkan pun tidak jauh dari seputaran buku-buku. Mungkin karena melihat keberminatan saya pada buku-buku, atau entah bagaimana, beberapa buku beliau berikan ke saya. Tentu saja saya senang, karena saya juga memang suka ngumpulin buku. Buku-buku inipun akhirnya saya boyong ke Palu.

Saat sampai di rumah, saya menceritakan kepada isteri bahwa saya telah mampir ke rumah teman yang memiliki penerbitan buku dan diberikan oleh-oleh buku pula. Setelah lama ia hanya mendengar cerita dari saya, sambil tersenyum isteri saya mengatakan “jika seandainya mampirnya ke tukang durian pasti oleh-olehnya durian”. Mendengar candaan isteri, kontan saja saya ketawa ngakak sambil mengatakan “ya iyalah … masa punya teman tukang durian mau ngasih buku sih…”.

Melalui tulisan ini saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Mas Tugas Suprianto, sebagai teman yang saya ceritakan di atas. Pemberian Sampean sangat berarti bagi penambahan pengetahuan saya. Dengan buku-buku ini saya juga sangat terkesan, apalagi saat itu sempat ketemu dan ngobrol dengan salah seorang penulis bukunya – Mas Agus R. Sarjono – walau cuma beberapa jam saja.

Sobat pembaca yang baik, di bawah ini adalah gambar buku-buku yang saya maksud, siapa tahu ada dari sobat yang berminat terhadap buku-buku ini.

Siapa pembunuh palomino-SIAPA PEMBUNUH PALOMINO MOLERO: Mario Vargas Llosa. Novel ini membawa penulisnya menjadi pemenang nobel pada Tahun 2010, untuk pemetaan struktur kekuasaan dan gambaran yang tajam atas perlawanan individu, pemberontakan dan kekalahannnya.

Trilogi insiden-TRILOGI INSIDEN: Seno Gumira Ajidarma. Buku ini merupakan penyatuan dari tiga novel: Saksi Mata; Jazz, parfum & Insiden; dan Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra harus Bicara. Dalam buku ini, fakta seputar insiden di Dili pada masa Orde Baru dikemas apik oleh Seno Gumira Ajidarma menjadi tulisan sastra.

Suatu cerita dari negeri angin-SUATU CERITA DARI NEGERI ANGIN: Agus R. Sarjono. Buku ini berisi kumpulan sajak yang oleh penulisnya dikatakan banyak berbicara mengenai hubungannya dengan kenyataan, di mana hampir sebagian besarnya berpulang pada atau disebabkan oleh urusan penanganan negara yang sangat ceroboh terhadap nasib warganya.

5_Lumbung PerjumpaanLUMBUNG PERJUMPAAN: Agus R. Sarjono. Mengutif apa yang dikatakan oleh Urlich Scheiber – Internationales Literaturfestival, Berlin, karya sastra Sarjono serupa pemain akrobat yang berjalan di atas tali, ia tak pernah berpaling dari obyektivitas, namun sekaligus mendapatkan landasan baru melalui kecermatan yang ekstrim.

Naomi-NAOMI: Junichiro Tanizaki. Novel ini berkisah tentang percintaan yang muskil sekaligus mengharukan, aneh sekaligus mendebarkan, provokatif dan unik sekaligus puitis.

Sulaiman pergi ke negeri cintaSULAEMAN PERGI KE NEGERI CINA: Hanna Fransisca. Penulis buku yang berisi kumpulan cerita pendek ini merupakan bagian dari keluarga Tionghoa. Buku ini tidak hanya bercerita tentang kenyataan yang dihadapi dalam keseharian, melainkan termasuk mitologi yang harus diyakini dan dihormati.

Tulisan pada tembok-TULISAN PADA TEMBOK: Acep Zamzam Noor. Kumpulan sajak yang ditulis oleh seorang sastrawan dengan masa kecil dan remajanya dihabiskan di lingkungan Pondok Pesantren Cipasung, tasikmalaya.

Merentang SajakMERENTANG SAJAK MADURA: M. Faizi. Sebuah catatan perjalanan ke Berlin oleh seorang penyair sekaligus seorang kiyai dari Madura.

Atas nama cintaATAS NAMA CINTA – SEBUAH PUISI ESAI: Denny J.A. Cara penulisannya yang baru membuat puisi-puisi dalam buku ini disebut genre baru sastra Indonesia. Dalam kumpulan puisi esainya, Deni menuturkan tentang isu diskriminasi dalam untaian kisah cinta yang menggetarkan hati.

GPMNOVEL GEMINTANG PENABUR MATAHARI: Tiara Ayu Karmita. Buku ini merupakan karya sastra yang ajaib, karena ditulis oleh seorang yang baru berumur 11 tahun. Walau cita-citanya ingin menjadi dokter, namun ia akan tetap terus menulis.

Jurnal sajak - Puisi relijiusitas_JURNAL SAJAK – PUISI RELIJIUSITAS. Berisi sajak-sajak yang bernuansa religius, mulai dari sajak yang ditulis oleh Abdul Hadi W.M., Hamzah Fansuri, Ronggowarsito hingga Tomas Gosta Transtromer.

Jurnal sajak -Sajak-sajak cintaJURNAL SAJAK – SAJAK-SAJAK CINTA. Berisi sajak-sajak yang bernuansa cinta, mulai dari sajak yang ditulis oleh Allen Ginsberg hingga puisi esai Denny J.A. yang merupakan genre baru Sastra Indonesia.

Tanjung Pinang - Dari ingatan ke kenyataanTANJUNG PINANG – DARI INGATAN KE KENYATAAN. Merupakan buku yang menggambarkan tentang wilayah Tanjung Pinang. Kota ini terletak di Pulau Bintan, sebuah pulau terbesar di gugusan kepulauan Riau.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

4 thoughts on “Oleh-Oleh Buku dari Komodo Books

  1. mantap koleksinya gan, salam super…….

    Posted by Rocky Winata | 11 Juni 2013, 01:24
  2. koleksi bukunya makin bertambah ya pak, mungkin bisa di jadikan ide membuat perpustakaan mini sehingga bisa bermanfaat utk orang banyak

    Posted by widjar | 10 Juni 2013, 16:33
  3. 13 buku diatas diberikan mas Suprianto? baik sekali beliau😀. Kalau saya tertarik buku-buku fiksi🙂.

    Posted by pursuingmydreams | 30 Mei 2013, 17:08

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: