Kontemplasi

Hutan: Antara Pemenuhan Kebutuhan dan Keserakahan

HtnDalam banyak kesempatan, seringkali kita mendengar ungkapan “bumi menyediakan cukup kebutuhan bagi seluruh manusia, tetapi tidak pernah cukup untuk memenuhi keserakahan manusia”. Ungkapan ini merupakan kutipan dari kata-kata bijak Mahatma Gandhi yang mengatakan “earth provides enough to satisfy every man’s need, but not every man’s greed”. Tokoh pergerakan kemerdekaan India yang berjuang melalui aksi damai ini memberi pelajaran bahwa segala sesuatu yang kita miliki tidak akan memberikan kepuasan atau bahkan dapat menjadi sumber bencana, kecuali jika kita mensyukurinya.

Kandungan makna yang sangat mendalam dari kata-kata bijak Mahatma Gandhi di atas, juga sangat relevan untuk dipedomani dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam pengelolaan sumber daya hutan.

Sumber daya hutan memiliki dua peran utama. Pertama peran hutan dalam pembangunan ekonomi terutama dalam menyediakan barang dan jasa, yang memberikan kontribusi terhadap pembangunan perekonomian nasional, daerah dan masyarakat. Kedua adalah peran hutan dalam pelestarian lingkungan hidup dengan menjaga keseimbangan sistem tata air, tanah dan udara sebagai unsur utama daya dukung lingkungan dalam sistem penyangga kehidupan.

Peran sumber daya hutan di atas, diwujudkan melalui pengelolaan hutan produksi, hutan lindung dan hutan konservasi, secara bijak dan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Hutan sebagai sumber penghasil berupa kayu dapat dilakukan pada hutan produksi. Sedangkan hutan konservasi dan hutan lindung berfungsi sebagai kawasan lindung yang memiliki fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber alam, sumber daya buatan dan nilai sejarah serta budaya bangsa guna kepentingan pembangunan berkelanjutan.

Disamping untuk kegiatan kehutanan, sebagian kawasan hutan dapat digunakan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan, dengan syarat tidak mengubah fungsi dan peruntukan kawasan hutan tersebut. Penggunaan kawasan hutan ini dilakukan berdasarkan izin pinjam pakai kawasan hutan yang diberikan oleh Menteri Kehutanan.

Lingkup kegiatan yang dapat diberikan izin pinjam pakai meliputi: (1) religi; (2) pertambangan; (3) instalasi pembangkit, transmisi, dan distribusi listrik, serta teknologi energi baru dan terbarukan; (4) pembangunan jaringan telekomunikasi, stasiun pemancar radio, dan stasiun relay televisi; (5) jalan umum, jalan tol, dan jalur kereta api; (6) sarana dan prasarana sumber daya air, pembangunan jaringan instalasi air, dan saluran air bersih dan/atau air limbah; (7) fasilitas umum; industri terkait kehutanan; (8) pertahanan dan keamanan; dan (9) prasarana penunjang keselamatan umum atau penampungan sementara korban bencana alam.

Penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan dilakukan dengan ketentuan: (1) hanya dapat dilakukan di dalam kawasan hutan produksi dan kawasan hutan lindung; (2) dilakukan tanpa mengubah fungsi pokok kawasan hutan; (3) untuk kepentingan pertambangan dilakukan dengan mempertimbangkan batasan luas dan jangka waktu tertentu serta kelestarian lingkungan; (4) dilarang melakukan penambangan dengan pola pertambangan terbuka di hutan lindung; (5) untuk kepentingan pertambangan yang berdampak penting dan cakupan yang luas serta bernilai strategis dilakukan atas persetujuan DPR.

Sebagaimana makna yang sangat mendalam dari kata-kata bijak Mahatma Gandhi di awal pembuka tulisan ini, maka begitu halnya dengan seluruh pemanfaatan sumber daya hutan – baik untuk kepentingan kegiatan kehutanan maupun  di luar kegiatan kehutanan – akan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas, jika pemanfaatannya dilakukan dengan cara bijaksana dan mentaati ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, kerusakan hutan akibat keserakahan orang-orang yang selalu merasa tidak puas, akan menjadi bencana dahsyat yang berdampak merugikan masyarakat secara luas.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

4 thoughts on “Hutan: Antara Pemenuhan Kebutuhan dan Keserakahan

  1. di sekitarku msh byk hutan mas, walau beada ya sama hutan sana, tapi masyarakatnya merawat dgn baik, di sini nggak hany adi desa saja mas, di kota jg msh byk hutan

    Posted by duniaely | 25 Juni 2013, 17:20
  2. Entah kenapa…tiba tiba saya merindukan lebatnya hutan Jati sebelah desa saya. Dimana ada sendang bening di beberapa sudut hutan. Sembari mencari kayu bakar..saya sempatkan membuat rumah pohon diantara belukar… Saya menikmati betul aroma alami sambil baca buku sekolah yg saya bawa dari rumah. Sungguh kenikmatan yg tiada terkira. Oh my…. Tapi…ITU DULU! jaman saya SD. Sekarang?! Alih fungsi menjadi lahan pertanian walaupun tetap ada pohon jati di sela selanya. Pohon jati yg tak kunjung DEWASA. Salam hijau.

    Posted by mudagrafika | 25 Juni 2013, 12:10
  3. Semoga para penebang pohon yang kebetulan membaca tulisan mas Noer ini sadar bahwa bumi kita butuh hutan supaya tidak terjadi bencana banjir😉.

    Posted by pursuingmydreams | 24 Juni 2013, 17:47

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: