Konservasi Alam

Mengambil Manfaat dari Arboretum

Arboretum Palu terletak di Kelurahan Talise - Kecamatan Mantikulore - Kota Palu - Sulawesi Tengah

Arboretum di Kelurahan Talise Kota Palu Sulawesi Tengah

Pertumbuhan ekonomi dan penambahan penduduk membuat kota mengalami gejala ketidakseimbangan ekologis. Permasalahan lingkungan ini bertambah besar seiring dengan fenomena pemanasan global yang di antaranya ditandai dengan semakin terasa panasnya terik matahari di siang hari. Untuk mengimbangi pembangunan dan pertumbuhan penduduk,  keberadaan ruang terbuka hijau dengan pepohonan yang sejuk dirasakan penting bagi masyarakat kota. Arboretum merupakan salah satu ruang terbuka hijau, dimana di dalamnya terdapat pepohonan yang menyimpan aneka manfaat yang sungguh besar.

Pepohonan merupakan media penyerap gas karbondioksida yang dihasilkan dari pembakaran hidrokarbon dan penghasil oksigen sebagai sumber pernapasan manusia. Pepohonan juga memiliki fungsi sebagai media penyerap, penyaring, dan penyimpan air yang datang di kala hujan. Fungsi ini sekaligus juga sebagai pencegah terjadinya banjir. Ketersediaan dan kebersihan air pun sangat dipengaruhi oleh jumlah pepohonan di sekitarnya.

Besanya manfaat pepohonan dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta dengan melihat fakta bahwa jumlah pepohonan yang masih sedikit jika dibandingkan dengan laju penambahan penduduk dan pembangunan kota, maka rencana pengembangan arboretum menjadi kawasan rekreasi ataupun tempat melaksanakan even-even, dengan tujuan agar fungsi arboretum dapat ditingkatkan menjadi lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis, sebaiknya dilakukan secara bijaksana dengan memperhatikan fungsi utama arboretum itu sendiri.

Arboretum menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai tempat berbagai pohon ditanam dan dikembangbiakkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan (Depdikbud, 1989). Istilah Arboretum sendiri pertama kali digunakan oleh John Claudius Loudon pada tahun 1833, walaupun sebenarnya sudah ada konsepnya terlebih dahulu (Wikipedia, 2013a). Arboretum adalah semacam kebun botani yang yang ditanami berbagai jenis tumbuhan untuk keperluan koleksi, penelitian, dan konservasi ex-situ (di luar habitat). Selain untuk penelitian, kebun botani dapat berfungsi sebagai sarana wisata dan pendidikan bagi pengunjung (Wikipedia, 2013b).

Untuk kegiatan penelitian, tumbuhan koleksi di dalam kebun botani dipelihara dan diberi keterangan nama dan beberapa informasi lainnya yang berguna bagi pengunjung. Dua tambahan penting bagi suatu kebun botani adalah perpustakaan dan herbarium. Identifikasi/klasifikasi adalah hal yang umum dilakukan di kebun botani. Kebun botani dapat pula memiliki bangunan khusus untuk menumbuhkan koleksi yang tidak dapat hidup pada iklim alami tempat itu atau memerlukan perawatan khusus. Bangunan khusus ini dapat berupa rumah kaca atau klimatron dan iklim buatan dapat dibuat di dalamnya (Wikipedia, 2013b).

Untuk kegiatan konservasi, arboretum merupakan koleksi botani yang khusus diisi dengan jenis pepohonan. Keanekaragaman kultivar pohon diwakili di dalamnya, sehingga arboretum dapat berfungsi sebagai kebun plasma nutfah pepohonan. Pada umumnya arboretum menampung semua jenis tanaman tahunan (buah-buahan, industri, dan perkebunan), baik yang langka maupun yang telah dibudidayakan. Penanaman pohon dalam kebun arboretum biasanya disesuaikan dengan keadaan di alam, tanpa menganut sistem budidaya, tanpa memperhatikan jarak tanam atau arahnya. Namun, tata letaknya masih memperhatikan arah sinar matahari. Dengan cara di atas, terkesan arboretum tersebut sebagai hutan buatan (Komisi Nasional Plasma Nutfah, 2002). Taman hutan raya adalah arboretum yang diberi fungsi tambahan sebagai suatu tempat rekreasi (Komisi Nasional Plasma Nutfah, 2002).

Sedangkan untuk kegiatan wisata, arboretum merupakan tempat wisata ilmiah yang lebih berorientasi kepada pendidikan bagi pengunjungnya. Aspek inilah yang membedakan arboretum dengan obyek wisata umum lainnya. Lilis Sukartini (2012), menyatakan bahwa konsep dasar perencanaan arboretum dikenal sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap tumbuh-tumbuhan, terutama pohon-pohonan melalui kegiatan yang bersifat rekreatif.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

One thought on “Mengambil Manfaat dari Arboretum

  1. Lilis Sukartini itu siapa?

    Posted by arif habibi | 27 April 2016, 19:21

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: