Info

Kelalaian Pejabat Dalam Pidana Perusakan Hutan

Picture1cSelain UU. No. 5 Tahun 1990 dan UU. No. 41 Tahun 1999, sejak 6 Agustus 2013 telah disahkan UU. No. 18 Tahun 2013 sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan yang disebabkan oleh pemanfaatan hutan dan penggunaan kawasan hutan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Dalam Pasal 28 huruf h UU. No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dinyatakan bahwa “Setiap pejabat dilarang lalai dalam melaksanakan tugas”. Sebagai sanksi dari tindakan di atas, Pasal 106 UU. No. 18 Tahun 2013 menyatakan bahwa “Setiap pejabat yang melakukan kelalaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 huruf h dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 5 (lima) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah)”.

Jika dilihat dalam UU. No. 18 Tahun 2013, yang dimaksud dengan pejabat dalam hal ini adalah sebagaimana Pasal 1 angka 16, bahwa “Pejabat adalah orang yang diperintahkan atau orang yang karena jabatannya memiliki kewenangan dengan suatu tugas dan tanggung jawab tertentu”. Tetapi, undang-undang ini tidak menjelaskan pengertian dari kata “kelalaian”.

Dalam hukum pidana, kelalaian, kesalahan, kurang hati-hati, atau kealpaan disebut dengan culpa. Menurut Leden Marpaung dalam MC. Rizal[i], culpa dibedakan atas: (1) culpa lata, yaitu kelalaian yang sangat besar, sehingga orang yang mempunyai sikap batin demikian tercela, karena tidak menghiraukan kepentingan orang lain yang dilindungi oleh hukum; (2) culpa levis, yaitu kelalaian yang bersifat ringan tidak diakui sebagai unsur pertanggungjawaban pidana pembuat delik.

Dalam penjelasan yang disampaikan oleh Letezia Tobing[ii], menurut Wirjono Prodjodikoro mengatakan bahwa arti culpa adalah “kesalahan pada umumnya”, tetapi dalam ilmu pengetahuan hukum mempunyai arti teknis, yaitu suatu macam kesalahan si pelaku tindak pidana yang tidak seberat seperti kesengajaan, yaitu kurang berhati-hati sehingga akibat yang tidak disengaja terjadi. Sedangkan, Jan Remmelink dalam Letezia Tobing mengatakan bahwa pada intinya, culpa mencakup kurang (cermat) berpikir, kurang pengetahuan, atau bertindak kurang terarah. Ihwal culpa di sini jelas merujuk pada kemampuan psikis seseorang dan karena itu dapat dikatakan bahwa culpa berarti tidak atau kurang menduga secara nyata (terlebih dahulu kemungkinan munculnya) akibat fatal dari tindakan orang tersebut – padahal itu mudah dilakukan dan karena itu seharusnya dilakukan.

Mengenai ukuran kelalaian dalam hukum pidana, Jan Remmelink dalam Letezia Tobing[iii] mengatakan bahwa menurut MvA (memori jawaban) dari pemerintah, yang menjadi tolak ukur bagi pembuat undang-undang bukanlah diligentissimus pater familias (kehati-hatian tertinggi kepala keluarga), melainkan warga pada umumnya. Syarat untuk penjatuhan pidana adalah sekedar kecerobohan serius yang cukup, ketidakhati-hatian besar yang cukup; bukan culpa levis (kelalaian ringan), melainkan culpa lata (kelalaian yang kentara/besar).

Pada akhirnya, Wirjono Prodjodikoro dalam Letezia Tobing[iv] mengatakan bahwa dengan demikian seorang hakim juga tidak boleh mempergunakan sifatnya sendiri sebagai ukuran, melainkan sifat kebanyakan orang dalam masyarakat. Akan tetapi, praktis tentunya ada peranan penting yang bersifat pribadi sang hakim sendiri. Hal ini tidak dapat dielakkan.


[i] http: //mcrizal.blogspot.com/2013/07/teori-kelalaian-dalam-hukum-pidana.html
[ii] http: //www.hukumonline.com/klinik/detail/lt51d592cf9865d/adakah-ukuran-kelalaian-dalam-hukum-pidana
[iii] Ibid.
[iv] Ibid

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

One thought on “Kelalaian Pejabat Dalam Pidana Perusakan Hutan

  1. Yang penting hutan kita tetap lestari aja D.

    Posted by m-amin | 29 Desember 2013, 23:32

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: