Agribisnis

Pembangunan Pertanian Berkelanjutan dalam Kawasan Cagar Biosfer Lore Lindu

Pakuli-NoerNilai dan semangat yang melandasi pembangunan pertanian berkelanjutan adalah keseimbangan dan keserasian antara manusia,  alam dan lingkungannya dalam pengertian pembangunan pertanian berkelanjutan tidak bersifat eksploitatif dan merusak kelestarian obyek pembangunan. Demikian materi yang disampaikan oleh Ir. Thamrin, MS. yang mewakili unsur Dinas Pertanian Prov. Sulteng dalam Rapat Forum Komunikasi dan Koordinasi Pengelolaan Cagar Biosfer Lore Lindu yang diselenggarakan oleh Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, di Graha Mulia Hotel – Palu, pada Tanggal 19 Desember 2013.

Lebih lanjut Thamrin menyampaikan bahwa tujuan pembangunan pertanian berkelanjutan adalah meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanin, dan meningkatkan pendapatan petani pengelolanya. Sedangkan sasarannya adalah kesejahteran masyarakat pertanian meningkat, dan ketahanan pangan secara berkelanjutan dapat diwujudkan.

Disampaikan juga bahwa Program Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah, meliputi: (1) Program peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu  tanaman pangan  untuk mencapai  swasembada dan swasembada berkelanjutan; (2) Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Tanaman Hortikultura Berkelanjutan; (3) Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian; (4) Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, Industri Hilir, Pemasaran dan Eksport Hasil Pertanian.

Untuk itu, strategi dan pencapaian tujuan pembangunan pertanian, meliputi: (1) Peningkaytan produktivitas; (2) perluasan areal tanam; (3) pengamanan produksi; (4) kelembagaan dan pembiayaan.

Sedangkan tantangan ketahanan pangan saat ini, meliputi: (1) Kebutuhan Pangan Terus meningkat, khususnya beras, Seiring Meningkatnya Jumlah Penduduk dan Kesejahteraan . (2) Potensi Sumberdaya Lahan belum terkelola secara optimal, Alih Fungsi dan Degradasi Lahan, Kerusakan DAS Terus Terjadi. (3) Penerapan Anjuran Teknologi Budidaya Lambat. Kesenjangan akses teknologi, dll antar wilayah masih relatif besar. (4) Terbatasnya Kemampuan Petani. (Permodalan dan Saprodi), Umur Tua Pendidikan Rendah Jumlah Penduduk Miskin di Perdesaan Relatif Besar. (5) Dukungan Infra Struktur Pertanian, Jaringan Irigasi Teknis, Irigasi Desa, Jalan Usahatani  belum memadai. (6) Dukungan Sarana dan Prasarana Pertanian belum memadai berdampak pada Peningkatan Mutu, Nilai tambah, Daya saing, Efisiensi berjalan lambat. (7) Perubahan Iklim, berdampak pada perubahan Pola Tanam, Tata Tanam dan Ancaman Banjir, Hama Penyakit Tanaman.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: