Konservasi Alam

Kumbang Dorcus parryi

bgUkuran Dorcus parryi dewasa sekitar 40 – 65 mm. Kumbang ini termasuk dalam famili Lucanidae, di mana kumbang dalam famili ini dikenal sebagai kumbang rusa (stag beetle), karena kumbang jantan memiliki rahang (mandibula) yang besar dan menonjol menyerupai tanduk rusa jantan. Kumbang rusa betina biasanya lebih kecil dibandingkan jantan, dengan rahang (mandibula) lebih kecil.

Secara umum kumbang hidup di hutan hujan di mana terdapat banyak batang pohon mati yang dapat dijadikan sarang sekaligus sumber makanan larva mereka.

Kumbang yang penyebarannya di antaranya ada di Sulawesi ini merupakan satwa yang tidak dilindungi dan tidak termasuk dalam Appendix CITES, serta dari sisi status konservasi  (IUCN Red List) belum dinilai.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

2 thoughts on “Kumbang Dorcus parryi

  1. kumbang ini kalo gigit sakit gak ya… pernah liat juga kumbang ini bawa kotoran sampai dibuat bola gitu

    Posted by Rivanlee | 3 Februari 2014, 19:00
  2. Kok seperti kumbang yang hidup di pohon kelapa ya. Pernah dimasa kecil ada beberapa teman yang secara eseng2 mencoba makan kumbang-kumbang semacam itu. Katanya enak juga. Mungkin kalau hewan kumbang dapat digolongkan sebagai hama mungkin dapat dijadikan sebagai alternatif sumber makanan baru bagi kita mas noer. Jadilah peluang bisnis baru, hehe…

    Posted by Amin | 1 Februari 2014, 05:26

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: