Konservasi Alam

Pariwisata Alam di Tahura

-NoerDewasa ini, kebutuhan masyarakat untuk melakukan rekreasi dan wisata di lokasi yang masih alami cenderung terus meningkat. Bagi sektor kehutanan, fenomena ini merupakan peluang dalam pengembangan wisata alam sebagai salah satu jasa lingkungan yang dihasilkan oleh hutan. Hal ini mengingat wisata alam dapat diharapkan menjadi katalisator untuk pengembangan aspek pembangunan kehutanan lainnya secara bertahap. 

Berdasarkan UU. No. 5 Tahun 1990, Taman Hutan Raya (Tahura) adalah kawasan pelestarian alam yang ditetapkan untuk tujuan koleksi tumbuh-tumbuhan dan/atau satwa yang alami atau bukan alami, dari jenis asli atau bukan asli yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengeTahuran, pendidikan, penunjang budidaya tumbuhan dan/atau satwa, budaya, pariwisata, dan rekreasi.

Untuk memperoleh manfaat yang optimal bagi kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan dengan tetap menjaga kelestariannya, maka pemanfaatan wisata alam harus dilakukan dengan memperhatikan aspek hukum, aspek sosial dan aspek lingkungan.

Aspek hukum. Pemanfaatan pariwisata alam harus dilakukan dengan mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dimana pemanfaatan bertujuan untuk kesejahteraan seluruh masyarakat secara berkeadilan dengan tetap menjaga kelestariannya. Oleh karena itu, pemanfaatan Tahura dilakukan dengan tidak mengubah fungsi kawasan, dan merusak bentang alam. Dilakukan di blok pemanfaatan Tahura dengan mengikutsertakan masyaakat. Luas areal yang diizinkan untuk dibangun sarana wisata alam paling banyak 10% dari luas areal yang ditetapkan dalam izin. Kemudian, sarana wisata alam yang di bangun harus semi permanen dan bentuknya disesuaikan dengan arsitektur budaya setempat.

Aspek sosial. Pemanfaatan Tahura harus memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pengusahaan pariwisata dilakukan dengan menghormati nilai-nilai sosial budaya dan tradisi masyarakat setempat. Pengembanganya harus didasarkan atas persetujuan masyarakat setempat melalui musyawarah. Memberdayakan dan mengoptimalkan partisipasi serta sekaligus memberikan kontribusi secara kontinyu terhadap masyarakat setempat.

Aspek lingkungan. Pemanfaatan pariwisata alam harus dilakukan dengan kepedulian, komitmen dan tanggung jawab terhadap konservasi alam. Dimana ada edukasi dengan proses pembelajaran dialogis antara masyarakat dengan wisatawan. Kemudian, pemasaran dan promosi dilakukan  dengan jujur dan akurat sehingga sesuai dengan harapan.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

2 thoughts on “Pariwisata Alam di Tahura

  1. Wisata Tahura kiranya menjadi bagian wisata pembelajaran hutan yang alami sesungguhnya. Salam

    Posted by prih | 1 Maret 2014, 20:21
  2. setuju sekali mas, kalau tangan manusia sudah tidak mau bersahabat dg alam, bagaimana alam mau bersahabat dg kita.🙂 nice sharing..

    Posted by damae | 10 Februari 2014, 11:21

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: