Kontemplasi

Kambing Lelaki Tua …

KmbgDi tengah terik matahari, seorang lelaki tua duduk di sisi bangunan jembatan di pinggiran kota. Hembusan angin dari arah perbukitan meniup bagian rambut putih yang tidak tertutup oleh topi baretta-nya. Otot kakinya nampak kokoh karena selalu berjalan tanpa alas kaki. Di pinggangnya, terselip sebuah parang yang selalu setia menemaninya hampir sepanjang hari. Sesekali lelaki tua ini menengok ke belakang untuk mengawasi kambing-kambing gembalaannya yang sedang makan rerumputan.

Kambing-kambing yang sedang digembalakan di pinggiran kota sebenarnya bukan pemandangan yang aneh. Namun, karena pada siang itu kebetulan aku sedang membawa kamera, rasa ketertarikan untuk memotret membuat aku menghentikan kendaraan tidak jauh dari tempat lelaki tua ini duduk. Setelah aku memotretnya, lelaki tua ini hanya tersipu malu ketika diperlihatkan foto-foto dirinya.

Di sekitar kota tempat tinggalku, penggembalaan kambing seperti yang dilakukan oleh lelaki tua ini, merupakan salah satu usaha yang digeluti oleh sebagian masyarakat. Setiap pagi, pengembala mengeluarkan kambing-kambingnya untuk dibawa ke lokasi yang banyak ditumbuhi rerumputan. Kemudian, pada sore hari mereka akan menggiring pulang kambing-kambingnya untuk dikandangkan.

 Ketika kita sedang menikmati lezatnya sate atau gulai kambing, mungkin kita tidak berpikir bahwa lelaki tua dan para penggembala kambing lainnya inilah yang berjasa dalam mensuplai kebutuhan daging kambing penduduk kota, bahkan hingga diperjualbelikan antar pulau.

Semoga usaha pengembalaan kambingnya sukses selalu pak tua …

gembala

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

7 thoughts on “Kambing Lelaki Tua …

  1. itu salah satu jalan dari berbagai asbab seseorang bisa bertahan hidup, semoga hasilnya bisa digunakan pada hal baik.

    Posted by mastur songenep | 11 Maret 2014, 14:34
  2. pak tua di atas pasti sehat jiwa raganya ya mas, soalnya kerjanya bergerak terus

    Posted by duniaely | 5 Maret 2014, 14:23
  3. Semangat Pak Tua menggembalakan kambing mengingatkan panjangnya rantai energi hingga kita santap sate kambing. Salam

    Posted by prih | 1 Maret 2014, 20:12
  4. Tempat saya udah nggak model ngangon. Rata-rata dicarikan pakan dan dikandangkan

    Posted by Ika Koentjoro | 1 Maret 2014, 05:14
  5. Kirain yang tua kambingnya mas noer..tapi ngomong2 mengembala (bhs jawa: angon…mas noer) katanya juga salah satu aktivitas nabi muhammad dulu ya. jadi termasuk itba’ nabi ya, hehe…

    Posted by Amin | 28 Februari 2014, 23:58
  6. Dia membesarkan kambing utk dinikmati dagingnya oleh orang tak dikenal. Hukum ekonomi emang gitu ya Mas, hanya pertukaran yang membuat tali hubung

    Posted by Evi | 28 Februari 2014, 07:33

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: