Konservasi Alam

Kerjasama Penurunan Emisi dari Kerusakan Hutan di Provinsi Sulawesi Tengah

Logo BersamaGubernur Sulawesi Tengah bersama dengan Bupati Donggala; Bupati Sigi; Bupati Parigi Moutong; Bupati Tolitoli; dan Bupati Tojo Unauna, menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Badan Pengelola Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dari Deforestasi, Degradasi Hutan dan Lahan Gambut.

Kesepakatan kerjasama yang berlaku hingga tanggal 31 Desember 2016 ini, penandatangannya dilakukan dalam rangkaian upacara hari ulang tahun Provinsi Sulawesi Tengah yang ke 50, di Kota Palu pada tanggal 13 April 2014.

Obyek yang menjadi kesepakatan bersama adalah persiapan, pelaksanaan, dan pengawasan implementasi REDD+ di Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya pada kabupaten percontohan. Dengan ruang lingkup meliputi: (a) Pengarusutamaan Strada REDD+ Sulawesi Tengah dalam kebijakan dan program pembangunan daerah; (b) Peningkatan dan pengembangan kapasitas kelembagaan; (c) Penyiapan dan pengembangan program strategis yang disesuaikan dengan karakteristik kabupaten lokasi demonstration actitivities; (d) Pengembangan dan penyempurnaan kebijakan peraturan di tingkat daerah untuk memberikan kerangka hukum bagi pelaksanaan REDD+; dan (e) Pelibatan para pihak sesuai kepentingan yang dibutuhkan pada implementasi program REDD+ termasuk masyarakat adat dengan memperhatikan kearifan lokal.

Secara rinci peningkatan dan pengembangan kapasitas kelembagaan, antara lain meliputi: (1) peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan/training dan lainnya sesuai tugas pokok dan fungsi yang diperlukan untuk mitigasi perubahan iklim; (2) pengembangan dan penyempurnaan baseline data dan peta kadastral; (3) peningkatan dan pengembangan insfrastruktur REDD+ level kabupaten/kota sampai ke tingkat tapak. Sedangkan penyiapan dan pengembangan program strategis yang disesuaikan dengan karakteristik kabupaten lokasi Demonstration Actitivities (DA),antara lain meliputi: (1) peningkatan tata kelola; (2) pencegahan kehilangan cadangan karbon; (3) peningkatan kualitas dan luas tutupan lahan; (4) penanganan land tenurial; (5) pengelolaan hutan lestari; serta (6) pengembangan usaha kehutanan berbasis budidaya hasil hutan kayu dan bukan kayu serta jasa lingkungan lainnya.

Telah menjadi pengetahuan umum, bahwa deforestasi dan degradasi hutan merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca. Efek rumah kaca inilah yang kemudian menyebabkan tejadinya pemanasan global. Untuk itu, Presiden telah membuat komitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26% dengan pendanaan dalam negeri, dan 41% dengan bantuan dari internasional pada tahun 2020, dari tingkat emisi BAU (Business As Usual atau kegiatan pembangunan tanpa pengurangan emisi). Dari penurunan emisi 26% dengan pendanaan dalam negeri di atas, sebanyak 14% berasal dari sektor kehutanan.

Untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang berkaitan dengan kerusakan hutan, salah satu pendekatan konservasi yang dilakukan adalah Skema REDD+(Reducing Emissions from Deforestation and Degredation Plus). Gagasan utama REDD+ adalah mengurangi laju deforestasi, mengurangi degradasi hutan, menjaga ketersedian karbon, dan meningkatkan stok karbon hutan tanpa menggangu target pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.Ide ini berbeda dengan kegiatan konservasi hutan sebelumnya karena dikaitkan langsung dengan insentif finansial untuk konservasi yang bertujuan menyimpan karbon di hutan.

Dalam mempersiapkan implementasi REDD+, Pemerintah Daerah bersama para pihak di Provinsi Sulawesi Tengah telah memiliki perangkat hukum terkait pesiapan ini. Beberapa perangkat hukum ini meliputi penetapan Strategi Daerah Reducing Emissions from Deforestation and Degredation Plus (REDD+) yang ditetapkan melalui Peraturan Gubernur Nomor 36 Tahun 2012. Pedoman Umum Free Prior and Informed Consent (FPIC) yang ditetapkan melalui Peraturan Gubernur Nomor 37 Tahun 2012. Reference Emission Level (REL)/Emisi Acuan yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 180/526/Ro. Huk-G.ST/2012. Serta, penetapan lokasi Demonstration Actitivities (DA) sesuai dengan Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 522/330/DISHUTDA-G.ST/2012. Lima DA (kabupaten percontohan) ini meliputi Kabupaten Donggala; Kabupaten Sigi; Kabupaten Parigi Moutong; Kabupaten Tolitoli; dan Kabupaten Tojo Unauna.

Dengan kesepakatan bersama Pelaksanaan Program Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dari Deforestasi, Degradasi Hutan dan Lahan Gambut (REDD+) ini, diharapkan dapat mendorong para pihak di Sulawesi Tengah untuk berkontribusi secara nyata dalam upaya menyelamatkan bumi.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

4 thoughts on “Kerjasama Penurunan Emisi dari Kerusakan Hutan di Provinsi Sulawesi Tengah

  1. Ketika saya ke papua beberapa minggu yg lalu, saya dapat informasi dr seorang teman (dosen/ketua peneliti) di Universitas Cendrawasih bahwa pemekaran di Papua sudah mengorbankan lahan lahan dan hutan lindung di wikayah Papua😦

    Posted by ded | 21 April 2014, 06:44
  2. Semoga programnya berjalan sesuai rencana,
    dan di dukung oleh semua lapisan masyarakat.

    Posted by ysalma | 19 April 2014, 22:43
  3. Semoga sukses dalam pelaksanaannya.

    Dan untuk kota palu mungkin juga harus mendukung kabupaten lainnya dalam mensukseskan kebijakan ini.

    Posted by Rizkylendes | 19 April 2014, 07:28
  4. Program yang semoga bisa dipertanggungjawabkan hasilnya kelak, dan tak terjamah orang orang yg berniat lain🙂

    Posted by Nurul Auliya Kamila | 14 April 2014, 21:32

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: