Kontemplasi

Secangkir Kopi Untuk WordPress

Secangkir WPWordPress merupakan platform yang populer digunakan sebagai blog. Selain itu, WordPress juga digunakan sebagai CMS (Content Management System) karena kemampuannya untuk dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Konon, beberapa situs web ternama seperti CNN, Reuters, The New York Times pun menggunakan  CMS dari WordPress.

Bagi pengguna WordPress seperti kita, menjatuhkan pilihan pada platform ini untuk menyalurkan hobi tulis-menulis dikarenakan kita merasa nyaman dengan WordPress. Alasan secara detil tentu saja ada pada masing-masing untuk masing-masing pengguna WordPress. Alasan-alasan ini – antara satu dengan lainnya bisa jadi secara substansi mirip, atau bisa jadi beragam.

Seperti saya yang semenjak awal telah terkesan dengan WordPress, walaupun dapat dibilang agak lambat mengenal platform ini. Pada awalnya, WordPress bukan platform pertama yang saya pilih saat pertama kali belajar ngeblog. Namun saat menggunakan platform yang bukan WordPress pada saat itu, saya tidak merasakan ada rasa “klik” di hati.

Beruntung secara kebetulan saat ada di sebuah toko buku, saya melihat buku mengenai WordPress yang kemudian saya beli. Buku inilah yang pada awalnya menjadi guru saya dalam belajar membuat dan menjalankan WordPress. Kesan pertama pada WordPress begitu sangat kuat, terutama saat melihat tampilannya yang enak dipandang mata dan lebih elegan.  Semenjak itu, saya mulai menggunakan WordPress.

Susahnya, saat awal saya belajar WordPress, internet bagi saya masih merupakan barang yang langka dan mahal. Karena saat itu, Warnet merupakan satu-satunya akses internet yang bisa saya jangkau, dengan sewa yang lumayan mahal untuk setiap jamnya . Maklum, saat itu rumah saya belum ada telepon apalagi pasang speedy. Begitupun di kantor, walaupun lembaga tempat kerja saya ada di level provinsi, namun saat itu kantor saya pun belum pasang internet.

Untungnya pada satu tahun kemudian, di kompleks perumahan saya tinggal ada sebuah Cafe yang memasang internet dan menyediakan wifi bagi pengunjungnya. Walaupun wifi  dari Cafe ini bisa ditangkap dengan cukup kuat karena jaraknya hanya 20 meter dari rumah saya, namun ini tidak begitu saja dapat saya nikmati secara gratis karena untuk konek internet mesti pake pasword. Jadi, setiap kali mau posting tulisan atau hanya sekedar otak-atik blog, saya harus nongkrong di Cafe ini dengan resiko mesti merogoh kantong untuk membayar makan-minum yang harus dipesan di Cafe ini.

Kemudian, karena kondisi dompet terkadang tipis, jadi saat nongkrong di Cafe jumlah makanan yang dipesan mulai berkurang, hingga yang dipesan tinggal kopi tok. Dengan memesan hanya secangkir kopi, sebaliknya lamanya ngeblog dan nongkrong di Cafe hingga berjam-jam, lama-lama jadi malu sama si pemilik Cafe. Akhirnya, setiap kali saya mau ngeblog, terlebih dahulu saya datang ke Cafe dengan memesan secangkir kopi dan bertanya pasword wifi. Setelah kopi habis, saya lanjutkan ngeblog di rumah karena wifi  dari Cafe ini bisa ditangkap dengan cukup kuat dari rumah saya.

Taktik untuk mendapatkan pasword wifi dari Cafe kayak di atas, saya jalankan sekitar satu tahun, hingga saya bisa pasang telepon rumah dan pasang speedy. Setelah ada akses internet di rumah, maka aktifitas ngeblog bersama WordPress dapat dilakukan di rumah dengan nyaman, dan tidak lagi pake taktik beli secangkir kopi segala.

Seperti halnya kesan pertama saya pada WordPress yang begitu sangat kuat, begitupun kesan saya terhadap lika-liku memperoleh akses internet untuk ngeblog juga begitu sangat kuat.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

2 thoughts on “Secangkir Kopi Untuk WordPress

  1. Cerita menarik tentang secangkir narasi dunia blogger. Tak ada rotan akarpun berguna. Kalau niat sudah nulis atau berbagi, segala keterbatasan bisa diakali. Salut.

    Posted by wager | 17 November 2016, 18:43
  2. benar-benar kisah secangkir kopi dengan WP yang begitu pas takarannya nih Pak🙂

    Posted by ysalma | 6 April 2016, 09:45

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: