Agribisnis

Paradigma Pasar Dalam Pembangunan Agribisnis Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Tengah dengan kekayaan sumberdaya laut, lahan pertanian-perkebunan dan hutan, mempunyai potensi yang sangat besar dalam pengembangan agribisnis bahkan dimungkinkan akan menjadi leading sector dalam pembangunan daerah. Beberapa potensi agribisnis ini diantaranya: (1) Sektor agribisnis merupakan penyumbang nilai tambah (value added) terbesar dalam perekonomian; (2) Sektor agribisnis merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar; (3) Sulawesi Tengah memiliki kekayaan keanekaragaman sumberdaya pertanian secara alami; (4) Umumnya menggunakan input yang bersifat renewable, sehingga agroindustri tidak hanya memberikan nilai tambah namun juga dapat menghindari pengurasan sumberdaya sehingga lebih menjamin sustainability; (5) Teknologi yang digunakan fleksibel.

Sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sulawesi Tengah, untuk lima tahun ke depan 2011-2016, yaitu “Sulawesi Tengah sejajar dengan provinsi maju melalui pengembangan agribisnis dan kelautan dengan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing di kawasan timur Indonesia tahun 2020”. Maka, agar potensi agribisnis yang besar ini dapat optimal dan mampu menopang pembangunan daerah, antara lain perlu penyelarasan pengembangan subsistem agribisnis (hulu, tengah dan hilir) atau penyeimbangan pengembangan on farm dan off farm.

Pembangunan pertanian yang semula bertumpu pada subsistem produksi (on farm) sebagai akibat tuntutan pemenuhan kebutuhan pangan di masa lalu telah menyebabkan kurang berkembangnya sub sistem pemasaran. Dalam era liberalisasi perdagangan yang terus mendesak, dan semakin berkurangnya subsidi harga akibat minimnya sumber dana negara, maka paradigma pembangunan agribisnis di Sulawesi Tengah perlu menitikberatkan kepada orientasi pasar dan konsumen.

Pasar dan konsumen menjadi penting karena menurut Davis dan Goldberg (1957) sebagaimana dikutif oleh Daryanto (2006), bahwa konsumen bersama-sama sub sektor produksi pertanian merupakan bagian dari sektor agribisnis. Lebih lanjut Daryanto (2006) mengungkapkan, bahwa salah satu alasan yang penting untuk memasukkan konsumen dalam sektor agribisnis adalah pengakuan tentang adanya permintaan konsumen yang selalu meningkat terhadap produk-produk baru dan dampak yang ditimbulkannya pada produksi, pengolahan dan distribusi produk. Oleh karena itu, keberhasilan usaha dalam sektor agribisnis membutuhkan pemahaman tentang kebutuhan, kegunaan dan preferensi konsumen baik di pasar domestik maupun di pasar internasional.

Dengan merubah orientasi produsen produk pertanian dari orientasi produksi menjadi orientasi pasar, maka keberhasilan pertanian akan ditentukan pada keberhasilan pemasaran produk. Kotler & Armstrong (2001) menyatakan keberhasilan pemasaran sebuah produk tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran (target market) dan memuaskan pelanggan secara lebih efektif dan efisien daripada yang dilakukan oleh produsen lainnya.

Pasar merupakan lembaga yang tujuan dan cara kerjanya paling jelas. Tujuan pokok pasar adalah mencari laba (profit). Karena itu, seluruh komponen di dalamnya harus melakukan efisiensi secara maksimum, agar aturan kerjanya tercapai, yaitu memperoleh laba yang setinggi-tingginya (Heilbroner, 1982). Secara konseptual, pasar merupakan kelembagaan yang otonom. Dalam bentuknya yang ideal, maka mekanisme pasar diyakini akan mampu mengatasi persoalan-persoalan ekonomi dengan pengawasan politik dan social yang minimal dari pemerintah dan komunitas (Syahyuti, 2004).

Menurut Etzioni (1961) dalam Syahyuti (2004) pasar merupakan kelembagaan yang tegas dan juga sederhana. Kesederhanaannya tampak dari orientasi kerjanya yang sangat sempit: “hanya mencari keuntungan”. Kompetisi adalah bentuk utama dari semangat kerjanya, dengan kontrol sosialnya yang berbentuk renumerative compliance. Sedangkan menurut Guiltinan & Paul (1994) pada dasarnya, konsep pemasaran memusatkan semua kegiatan dari organisasi dalam memuaskan kebutuhan pelanggan dengan memadukan kegiatan-kegiatan ini dengan pemasaran untuk mencapai sasaran jangka panjang organisasi.

Dengan pembangunan agribisnis berdasarkan kepada pendekatan pasar, diharapkan pelaku agribisnis yang diantaranya petani dapat meningkatkan kuantitas, kualitas menajemen, dan kemampuan untuk melakukan usaha secara mandiri, dan memanfaatkan peluang pasar yang kemudian diterjemahkan kedalam proses produksi. Sehingga, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam secara optimal dan berkelanjutan, sebagaimana harapan masyarakat Sulawesi Tengah dapat terwujud.

Pustaka
Daryanto, Arief dan Heny K.S. Daryanto. 2006. Model Kepemimpinan dan Pemimpin Agribisnis di Masa Depan. Fakultas Pertanian IPB. Bogor.
Guiltinan, Joseph P & Paul, Gordon W. 1994. Strategi dan Program Manajemen Pemasaran. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Heilbroner, Robert L.  1982.  Terbentuknya Masyarakat Ekonomi.  Ghalia Indonesia. Jakarta.
Kotler, Philip & Armstrong, Gari. 2001. Prinsip-Prinsip Pemasaran – Jilid I. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Syahyuti. 2004. Pemerintah, Pasar dan Komunitas: Factor Utama Dalam Pengembangan Agribisnis di Pedesaan (Forum Penelitian Agro Ekonomi). Volume 22 No. 1. Jakarta.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

10 thoughts on “Paradigma Pasar Dalam Pembangunan Agribisnis Sulawesi Tengah

  1. pecinta lingkungan🙂

    Posted by lovetiffa | 22 November 2011, 04:04
  2. Kunjungan malam🙂

    Posted by Mila | 21 November 2011, 20:52
  3. Mas noer….., postingan yang menarik semoga dibaca oleh para eksekutif pemerintah daerah. Dalam postingan saya tentang apel, disana terbukti bahwa apel impor menguasai pasar buah nasional, sedangkan apel lokal yang cuma beken dengan apel manalagi dari malang, hanya kurang dari 5% kontribusi penjualan apel nasional. Nah peluang itu harusnya ditangkap oleh pemerintah dan masyarakat, bahwa kebutuhan konsumen tentang buah apel sangat tinggi, sejalan dengan makin meningkatnya kepedulian tentang kesehatan. Moga-moga pemerintah bisa menciptakan project agribisnis yang strategis dan sustainbel…amien

    Posted by Budi Nurhikmat | 19 November 2011, 10:38
  4. Semoga berjalan lancar mas. Sukses selalu.

    Posted by Irfan Handi | 18 November 2011, 20:58
  5. berkunjung sore,,Sulawesi sukses🙂

    Posted by Hijauku | 18 November 2011, 19:17

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: