Info

Profil KPH. Dampelas Tinombo – Sulawesi Tengah

Daerah aliran sungai di wilayah KPH. Dampelas TinomboSituasi pengelolaan kawasan hutan negara di lapangan yang secara de facto open access  menjadi penyebab berbagai kelemahan dan kegagalan pelaksanaan program pembangunan kehutanan. Kenyataan ini mendorong komitmen para pihak untuk memulai membentuk institusi pengelola hutan di tingkat tapak dalam bentuk unit-unit Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

KPH merupakan wilayah pengelolaan hutan sesuai fungsi pokok dan peruntukannya yang dikelola secara efisien dan lestari. Pembangunan KPH bertujuan menyelamatkan fungsi publik hutan dan menjadi basis pengelolaan hutan lestari.

Pembangunan KPH di Provinsi Sulawesi Tengah, diawali dengan pembentukan KPH Dampelas Tinombo sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) melalui Pergub No. 05 Tahun 2009 Tanggal 31 Maret 2009. Kemudian Menteri Kehutanan menetapkan KPH Model Dampelas Tinombo melalui keputusan No. SK. 792/Menhut-II/2009 Tanggal 7 Desember 2009.

 

KPH Model   

KPH Dampelas Tinombo merupakan KPH model yang dibentuk di Provinsi Sulawesi Tengah. Pembangunan KPH model ini merupakan bentuk awal organisasi KPH sesuai dengan tipologi wilayah setempat, yang secara bertahap didorong untuk berkembang sesuai dengan siklus pertumbuhan organisasi. Dengan demikian KPH Model sebagai strategi pendekatan bertahap pembentukan kelembagaan KPH, ditempatkan sebagai wujud awal dari KPH yang secara bertahap dikembangkan menuju situasi dan kondisi aktual KPH di tingkat tapak, yang diindikasikan antara lain oleh suatu kemampuan menyerap tenaga kerja (antara lain personel organisasi KPH), investasi, memproduksi barang dan jasa kehutanan yang melembaga dalam system pengelolaan hutan secara lestari dan efisien.

 

Tupoksi

KPH Dampelas Tinombo memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut: (1) menyelenggarakan pengelolaan hutan yang meliputi: tata hutan dan penyusunan rencana pengelolaan hutan;  pemanfaatan hutan; penggunaan kawasan hutan; rehabilitasi hutan dan reklamasi; perlindungan hutan dan konservasi alam; (2) Menjabarkan kebijakan kehutanan nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota bidang kehutanan untuk diimplementasikan; (3) Melaksanakan kegiatan pengelolaan hutan di wilayahnya mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan serta pengendalian; (4) Melaksanakan pemantauan dan penilaian atas pelaksanaan kegiatan pengelolaan hutan di wilayahnya; (5) Membuka peluang investasi guna mendukung tercapainya tujuan pengelolaan hutan.

 

Peran 

Dalam rangka pengelolaan sumber daya hutan secara optimal dan berkeadilan, KPH Dampelas Tinombo berperan dalam melakukan pemberdayaan masyarakat setempat melalui skema Hutan Desa (HD), Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR).

Keberadaan KPH juga mempunyai nilai strategis bagi kepentingan nasional, antara lain mendukung komitmen pemerintah dalam menurunkan emisi karbon sebesar 26% pada tahun 2020 (dimana 14% adalah sumbangan sektor kehutanan), karena implementasi sistem KPH dapat mempercepat tercapainya pengelolaan hutan secara lestari pada kawasan hutan produksi dan hutan lindung. Pencapaian pengelolaan hutan lestari dapat meningkatkan kemampuan hutan menyerap karbon yang sejalan dengan upaya-upaya mitigasi perubahan iklim. Upaya ini diimplementasikan melalui skema REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus), di mana dalam pelaksanaannya memperhatikan hak-hak masyarakat adat dan lokal.

 

Potensi

Luas kawasan hutan pada areal KPH Model Dampelas Tinombo adalah 100.912 ha, dengan fungsi kawasan hutan terdiri atas kawasan hutan lindung seluas ±  21.017 ha, kawasan hutan produksi terbatas seluas ±  69.651 ha, dan kawasan hutan produksi tetap seluas ±  10.244 ha.

Pada kawasan KPH Dampelas-Tinombo terdapat beberapa jenis vegetasi hutan yang dapat diidentifikasi seperti: Eboni (Diospyros celebica Bakh), Binuang (Octomeles sumatrana), Dahu (Dracontaleon dao), Nyatoh (Palaquium sp), Palapi (Terrietia javanica), Meranti (Shorea sp), Ketapang (Terminalia catappa), Jabon (Anthochepalus cadamba), Cempedak, Enau (Arenga pinnata) dan jenis palem lainnya. Sedangkan jenis tumbuhan bawah yang dapat dijumpai adalah Rotan (Calamus sp), Bambu Hutan (Bambusa sp), Rerumputan/Alang-alang, Paku-pakuan, Liana dan jenis tumbuhan bawah lainnya.

Jenis-jenis satwa yang terdapat adalah Monyet Hitam (Macaca sp), Tupai (Tupaia sp), Babi Hutan (Sus celebensis), Bajing (Callosciurus notetus), Ular Sawah (Phyton recticulantus), Burung Gagak (Corvus sp), Burung Nuri (Trichoglossus ornatus), Kakatua (Cacatua sulphurea) dan Burung Elang (Haliastorindus sp), dan satwa lainnya.

 

Peluang Investasi

Kegiatan investasi di areal KPH Dampelas Tinombo dapat dilakukan oleh para pihak, sejauh tidak mengganggu fungsi utama kawasan hutan dan tidak merusak ekosistem hutan yang ada.

 

Wilayah KPH

Wilayah kerja KPH Dampelas Tinombo berada di dua wilayah kabupaten yakni Donggala dan Parigi Moutong, yang tersebar di enam wilayah Kecamatan, yaitu tiga kecamatan di wilayah Kabupten Donggala yaitu Kecamatan Balaesang, Damsol dan Sojol, serta tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong yaitu Kecamatan Kasimbar, Tinombo dan Tinombo Selatan.

 

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

2 thoughts on “Profil KPH. Dampelas Tinombo – Sulawesi Tengah

  1. Mantep Akang Bro…kembangkan terus kretivitasnya, jgn berhenti bermimpi tuk kebaikan…smoga lestari alamku n sejahtera masyarakat yg cinta damai……..

    Posted by Haryono Smd Xii | 12 Juni 2013, 10:54

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: