Konservasi Alam

Dari Kebakaran Hutan Sampai ke Tomket

Penyebab kerusakan hutan yang cukup dahsyat adalah kebakaran hutan. Dampak yang ditimbulkan akibat peristiwa ini adalah musnahnya plasma nutfah serta mengakibatkan menurunnya kualitas dan kuantitas hutan yang pada akhirnya merusak ekosistem lingkungan. Dampak lebih lanjut dari musnahnya plasma nutfah dan rusaknya ekosistem dapat menyebabkan terjadinya ledakan populasi jenis tertentu seperti tomket dan ulat bulu yang beberapa waktu yang lalu terjadi di beberapa tempat dan sangat mengusik ketenangan aktivitas warga karena penyebarannya hingga ke wilayah pemukiman dan masuk ke rumah-rumah warga. Ledakan populasi satwa ini dipastikan terjadi karena ada perlakuan manusia yang kurang adil terhadap alam. Kelestarian ekosistem yang seharusnya terpelihara, realitasnya terabaikan dan bahkan sengaja dirusak.

Bahaya dari kerusakan ekosistem menyebabkan komponen-komponen yang menyusun ekosistem, yaitu keanekaragaman varietas (genetic, variety, atau sub species diversity), keanekaragaman jenis (species diversity) juga ikut terganggu. Akibatnya, terjadilah kepunahan varietas atau jenis hayati yang hidup di dalam ekosistem, dan mata rantai makanan menjadi terputus. Disebabkan pemangsa alami (predator) telah punah, maka perkembangbiakan satwa-satwa ini ini tidak terkendali.

Kebakaran hutan juga menimbulkan asap yang mengganggu aktifitas  kehidupan manusia, antara lain berdampak pada mewabahnya penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) dan menganggu sistem transportasi darat dan udara. Kebakaran hutan ini biasanya terjadi pada musim kemarau dengan frekuensi yang terus meningkat, terutama pada daerah-daerah yang berdekatan dengan komunitas masyarakat sekitar hutan yang aktifitasnya berhubungan dengan hutan.

Penyebab utama kebakaran hutan adalah manusia, baik yang secara sengaja membersihkan lahan perkebunannya dengan menggunakan jasa api, maupun aktifitas lain yang tidak disengaja seperti pencari rotan, penebang pohon dan pengemudi angkutan kayu yang membuang puntung rokok sembarangan, api unggun dari peserta camping/wisata alam yang meninggalkan tempat perapiannya tanpa mematikan api terlebih dahulu dan lain lain.

Salah satu modus terjadinya kebakaran hutan, diantaranya berawal dari kebakaran padang alang-alang yang kemudian menjalar dan membakar semak belukar dan pohon-pohon di sekitarnya. Pada modus ini, kebakaran dilakukan secara sengaja dengan cara membakar padang alang-alang, untuk mendapatkan alang-alang tumbuh kembali dengan subur. Hal ini dikarenakan, hamparan padang yang ditumbuhi alang-alang muda dengan daun yang tampak hijau dan segar, akan menarik binatang rusa untuk datang dan berkumpul, sehingga memudahkan para pemburu untuk menangkapnya.

Dampak kerusakan akibat kebakaran hutan dengan modus seperti ini barangkali tidak sedahsyat kerusakan akibat kebakaran yang biasa terjadi di Kalimantan, dimana kebakaran hutan mampu memusnahkan hutan sampai seluas ratusan hektar. Namun demikian, kebakaran hutan ini tetap menimbulkan dampak kerusakan ekosistem serta berbagai kerugian lainnya. Dibandingkan dengan nilai hasil tangkapan beberapa ekor rusa, yang dari sisi ketentuan pun merupakan satwa yang dilindungi.

Perlu komitmen semua pihak untuk melindungi hutan dari bahaya kebakaran, karena musnahnya plasma nutfah dan rusaknya ekosistem lingkungan akan merugikan kita semua.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

11 thoughts on “Dari Kebakaran Hutan Sampai ke Tomket

  1. lingkungan itu sahabat kita yang paling dekat namun paling sedikit mendapat perhatian, kasian, padahal klo bisa jaga lingkungan, lingkungan itu yang bakal jagain kita, klo lingkungannya rusak kita juga ikut rusak , , ,

    Posted by babblemint | 2 Mei 2012, 17:26
  2. Dari habitatnya yang terganggu mungkin yang menyebabkan tomcat terkenal barangkali ya.
    Ekosistem yang tidak lagi terjaga memang sangat berpengaruh sekali, saat ini sudah tidak jarang orang tidak mengenal flora dan fauna yang dulu pernah ada.😀

    Posted by kips | 2 Mei 2012, 10:15
  3. Perubahan komposisi ekosistem ke arah merugikan ya pak. Implementasi ews tuk kebakaran hutannya bisa efektifkah pak. Trimakasih

    Posted by prih | 1 Mei 2012, 22:07
  4. jadi yg seperti penyebab banyaknya ulat bulu dan tomket. bukannya kalo hutan terbakar populasi ulat bulu dan tomket juga ikut terbakar?

    Posted by fauzi online | 25 April 2012, 12:17
  5. kebakaran dapat merugilkan ya mas …😉

    Posted by onesetia82 | 24 April 2012, 18:18
  6. rasanya susah sekarang pak untuk membendung pembabatan atau pengrusakan hutan, karena melibatkan pejabat diatas hingga masyarakat bawah …..

    Butuh komitmen yang kuat serta dukungan yang kuat dari masyarakat untuk bisa menjaga kelestarian hutan.

    Sekarang dimana-mana ga hutan ga bukit semua pohonnya ditebangin demi bisnis perkayuan yang dilakuinnya lancar.

    Seharusnya pihak pemerintah dalam hal Perhutani bisa lebih tanggap, permasalahannya kenapa selama ini seperti dibiarkan saja …. jelas memang bukan hanya salah pemerintah tapi masyarkatnya pula sepertinya memang sengaja membiarkan ini terjadi

    Posted by omiyan | 24 April 2012, 09:44
  7. Pembukaan lahan baru utk garapan masyarakat petani merupakan salah satu dampak masuknya binatang2 liar ke pemukiman penduduk, kita tdk bsa menyalahkannya, karena semuanya trjadi dari “sebab” masing2.

    Posted by Nyoman CNd | 23 April 2012, 21:21
  8. jika kita tidak selamatkan bumi maka secara otomatis kita semua akan tidak selamat di kehidupan ini..

    Posted by hijaukubumiku | 23 April 2012, 20:04
  9. Wah seram ternyata dampak kebakaran itu ya Mas..Karena gak ada ekosistem, yang memangsa dan dimangsa putus mata rantainya, yang berakibat meraja lelanya satu hewan atau tumbuhan…Ckckck..baru tahu saya

    Posted by Jurnal Transformasi | 23 April 2012, 18:48
  10. wah saya lena tomcet juga kang , manusia sudah banyak yang tidak sadar diri😀

    Posted by arman budiman | 23 April 2012, 16:12

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: