Konservasi Alam

Bagian Kawasan Hutan Yang Mutlak Dilindungi

noerdblog-1Penyelenggaraan pemanfaatan hutan bertujuan untuk memperoleh manfaat hasil dan jasa hutan secara optimal, adil, dan lestari bagi kesejahteraan masyarakat. Secara umum, pemanfaatan hutan dapat diselenggarakan melalui kegiatan pemanfaatan kawasan, pemanfaatan jasa lingkungan, pemanfaatan hasil hutan kayu dan bukan kayu, serta pemungutan hasil hutan kayu dan bukan kayu.

Sebagaimana ketentuan kehutanan, pemanfaatan pada kawasan hutan produksi dapat dilakukan untuk semua jenis kegiatan pemanfaatan hutan. Kemudian, untuk pemanfaatan pada hutan lindung, hanya dapat dilakukan untuk kegiatan pemanfaatan kawasan, pemanfaatan jasa lingkungan, dan pemungutan hasil hutan bukan kayu. Sedangkan untuk pemanfaatan pada hutan konservasi, hanya dapat dilakukan untuk kegiatan pemanfaatan kondisi lingkungan dan pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa liar. Namun demikian, tidak semua kawasan konservasi dapat dimanfaatkan. Terdapat tiga kawasan yang tidak boleh dimanfaatkan, yaitu hutan cagar alam serta zona inti dan zona rimba pada taman nasional.

Pelarangan melakukan pemanfaatan dikarenakan hutan cagar alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan dan atau satwa serta ekosistemnya, yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.

Pada wilayah Provinsi Sulawesi Tengah terdapat tujuh kawasan hutan cagar alam yang tersebar di beberapa kabupaten. Letak dan luas tujuh cagar alam ini sebagai berikut:

  1. Cagar Alam Morowali, terletak di Kabupaten Morowali, Tojo Unauna, seluas 209.400.00 Ha.
  2. Cagar Alam Tanjung Api, terletak di Kabupaten Tojo Unauna, seluas 4.246.00 Ha.
  3. Cagar Alam Gunung Tinombala, terletak di Kabupaten Parigi Moutong, Tolitoli, Donggala, seluas 37.106.12 Ha.
  4. Cagar Alam Gunung Sojol, terletak di Kabupaten Parigi Moutong, Toli-toli, Donggala, seluas 64.448,71 Ha.
  5. Cagar Alam Gunung Dako, terletak di Kabupaten Toli-toli, Buol, seluas 19.590.00 Ha.
  6. Cagar Alam Pangi Binangga, terletak di Kabupaten Parigi Moutong, seluas 6.000.00 Ha.
  7. Cagar Alam Pamona, terletak di Kabupaten Poso, seluas 25.967.39 Ha.

Pelarangan untuk melakukan kegiatan pemanfaatan juga berlaku pada zona inti kawasan taman nasional dan zona rimba, zona inti adalah bagian kawasan taman nasional yang mutlak dilindungi dan tidak diperbolehkan adanya perubahan oleh aktivitas manusia. Sedangkan zona rimba kawasan taman nasional adalah bagian kawasan taman nasional yang berfungsi sebagai penyangga zona inti.

Taman nasional di Provinsi Sulawesi Tengah meliputi Taman Nasional Lore Lindu dan Taman Nasional Laut Kepulauan Togean. Taman Nasional Lore Lindu terletak di Kabupaten Poso dan Sigi, dengan kawasan seluas 215.574,50 Ha. Sedangkan Taman Nasional Kepulauan Togean terletak di Kabupaten Tojo Una-una, dengan luas kawasan 7.128,00 Ha.

About Noer

Salah seorang warga Kota Palu - Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki mimpi menyaksikan terwujudnya kelestarian keanekaragaman hayati, dan kemajemukan masyarakat yang damai serta sejahtera ...

Diskusi

One thought on “Bagian Kawasan Hutan Yang Mutlak Dilindungi

  1. Penataan konservasi yang apik di Sulawesi Tengah, tujuh cagar alam beberapa taman nasional, berharap implementasinyapun taat azas ya Pak Nur. Beberapa teman melakukan penelitian carbon budget di TN Lore Lindu. Terima kasih Pak Nur, ijin ikut belajar dari postingan ini. Salam

    Posted by prih | 22 Mei 2013, 20:54

Silahkan Ketik Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: